Bila Kesabaran Sudah Diambang Batas

Bagikan:
Ilustrasi

KESABARAN Karin (nama samaran), sudah diambang batas menghadapi perlakuan suaminya, sebut saja Donwori. Bila dia selalu sabar mendapati perlakuan Donwori, kali ini Karin yang berbalik marah. Karin tak terima ibunya diperlakukan kasar hanya karena persoalan sepele.

Karena sudah gak tahan lagi, Karin memutuskan untuk berpisah dengan suaminya yang temperamen itu. Bagaimana bisa tahan kalau suaminya ini memiliki temperamen yang kebangetan. Sedikit-sedikit marah.

Kalau marah, wah….gak hanya ngamuk. Barang-barang yang ada dalam jangkauannya, remuk karena jadi pelampiasan. “Sudah gak tahan, dia sangat mengerikan kalau marah,” kata Karin.

Hubungan pernikahan yang dijalin Karin dengan Donwori ini sudah berjalan selama tiga tahun. Ia harus bolak balik mengganti televisi, laptop, handphone dan barang pecah belah dalam rumahnya.

Bisa dibilang, pengeluaran terbesar belanja rumah tangganya adalah karena barang-yang rusak akibat amukan Donwori. “Udah ngalah-ngalahin belanja keperluan dapur iku, perlu dianggarkan dewe,” lanjut Karin, senewen.

Meski sudah biasa melihat barang-barangnya hancur begitu, Karin tetap diam saja. Di pikirannya, mungkin suatu saat suaminya bisa berubah seiring umur pernikahan yang semakin matang.

Eh rupanya, harapannya cuma harapan. Selama tiga tahun itu, suaminya kerap menunjukan sikap temperamennya. Apalagi ketika suaminya ini banyak pikiran. Meski kebal amukan, lanjutnya, Karin tak bisa terima ketika suaminya ini memperlakukan orang tuanya dengan kasar. Eh ndilalah, suatu hari kejadian juga.

Ceritanya, Donwori yang sedang main ke rumah mertua marah gara-gara sepatunya dipindahkan ke tempat lain. Tak ngerti unggah ungguh, kalau peribahasa jawanya, dia memarahi ibu Karin saat itu.

“Kok berani-beraninya dia menghardik ibukku. Dibilangnya gitu aja dipindahkan. Apa takut rumahnya kotor. Wes Mbak… tapi seluruh hewan di kebun binatang diucapkan semua,” imbuhnya.

Gara-gara kemarahan yang tak kira-kira ini juga, Karin langsung memutuskan untuk menceraikan suaminya. Bagaimana bisa jadi bapak kalau kelakuannya kasar seperti itu. Tak bisa dicontoh. “Dasar serigala berbulu domba memang, pas pacaran aja sayang-sayangan. Jebul sudah menikah baru ketahuan aslinya,” pungkasnya. (jpnn)

Bagikan: