Menu

Ketahuilah, Kurang Tidur Dapat Berisiko Nyeri Kronis

  • Linkedin
Ilustrasi

MetroTabagsel.com – Orang yang kurang tidur mungkin akan mengalami kondisi nyeri kronis dan memiliki kesehatan fisik yang buruk. Penurunan umum baik kuantitas maupun kualitas jam tidur menyebabkan peningkatan dua sampai tiga kali lipat pada masalah rasa sakit dari waktu ke waktu.

“Masalah tidur dan nyeri adalah dua masalah kesehatan terbesar di masyarakat saat ini,” kata penulis studi, Esther Afolalu, seperti dilansir laman Lifescript, Kamis (5/10).

“Rasa sakit diketahui mengganggu tidur. Namun studi baru menunjukkan bahwa dampak tidur pada rasa sakit seringkali lebih besar dari dampak rasa sakit saat tidur,” jelas Afolalu.

Gangguan tidur juga berkontribusi pada masalah dalam kemampuan mengolah dan mengatasi rasa sakit. Afolalu dan rekannya mengkaji 16 studi yang melibatkan lebih dari 60.000 orang dewasa dari 10 negara.

Studi tersebut mengamati seberapa baik orang tidur sejak awal dan kemudian mengevaluasi dampak perubahan tidur jangka panjang pada rasa sakit, fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan fisik. Setengah peserta dilacak setidaknya selama empat setengah tahun.

Secara keseluruhan, pengurangan tidur menyebabkan gangguan tanggapan terhadap bakteri, virus dan zat asing lainnya, lebih banyak peradangan, tingkat hormon stres kortisol dan biomarker lain yang terkait dengan rasa sakit, kelelahan dan kesehatan yang buruk.

Insomnia yang baru berkembang melipatgandakan risiko gangguan nyeri kronis dan masalah patah tulang pinggul, para penulis penelitian menulis dalam jurnal Sleep Medicine.

Kurang tidur juga dikaitkan dengan fungsi fisik yang dilaporkan buruk. Pada saat yang sama, peneliti tidak menemukan hubungan antara peningkatan tidur dan sedikit rasa sakit atau arthritis, walaupun mereka menemukan bahwa perbaikan dalam tidur dikaitkan dengan fungsi fisik yang lebih baik.

“Studi masa depan harus melihat pola tidur untuk berbagai kelompok orang dan bagaimana hal itu memengaruhi kesehatan,” tambah Afolalu.

Tim Afolalu kini menganalisis data dari Survei Longitudinal Rumah Tangga Inggris untuk memahami tidur, insomnia dan kesehatan orang-orang dengan arthritis.

“Studi tambahan juga harus menyelidiki bagaimana kekurangan tidur menyebabkan gangguan rasa sakit kronis,” kata Dr. Monika Haack, yang mempelajari tidur, rasa sakit dan pembengkakan di Laboratorium Sistem Sleep Sleep and Inflammatory di Harvard Medical School di Boston.

Haack, yang tidak terlibat dengan penelitian tersebut, mengatakan bahwa penting juga untuk mengidentifikasi apakah ada pola tidur spesifik yang paling berbahaya bagi rasa sakit. Misalnya, apakah gangguan tidur (dengan sering, terbangun sebentar-sebentar sepanjang malam) memiliki dampak yang lebih tinggi daripada tidur singkat namun terkonsolidasi.(fny/jpg)

  • Linkedin
Loading...