USI Ciptakan SDM Tangguh Lewat Kerjasama Tingkat Internasional 

Bagikan:
Dr Robert Tua Siregar PhD

MetroTabagsel.com – Universitas Simalungun (USI) terus membenahi diri di tengah pesatnya kemajuan berbagai aspek kehidupan manusia. Sebagaimana tanggungjawab universitas dituangkan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, USI memperlengkapi sumber daya manusia (SDM), salah satunya dengan adanya penambahan 2 program studi Pascasarjana dan satu prodi tingkat strata satu.

Direktur Pascasarjana USI, Dr Robert Tua Siregar PhD mengatakan, tahun 2018 ada tiga prodi baru di USI.

“Pascasarjana merupakan salah satu lembaga pendidikan strata dua di Universitas Simalungun, saat ini memiliki Prodi Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota, tambah dua lagi yaitu Prodi Ilmu Hukum dan Prodi Magister Sains Manajamen,” kata Robert, Selasa (3/7).

Robert Siregar menjelaskan, kehadiran beberapa prodi sangat membantu untuk pengembangan dan pembangunan di berbagai Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Bukan hanya di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Dimana selama ini yang menimba ilmu di USI pada tingkat strata dua, banyak pejabat daerah dan anggota DPRD. Diyakini kedepannya, USI akan semakin diminati masyarakat.

“Kehadiran USI tentu sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan peningkatan SDM di wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Labuhan Batu dan Asahan, Tebing Tinggi, Sibolga dan lainnya. Memang dalam pelaksanaan proses belajar, USI mengedepankan pola kombinasi teori dan praktik,” katanya.

Untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas, kata Robert Siregar, USI telah terlebih dahulu berbenah diri dari tenaga pendidik dan membangun kerjasama dengan berbagai perusahaan dan perguruan tinggi di tingkat Nasional dan Internasional. Disampaikan bahwa dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa USI terus bertambah.  “Tenaga pengajar di USI saat ini sudah memenuhi kualifitasi doktoral dan juga dari luar daerah seperti Medan, Jakarta dan Bandung. Bahkan belakangan ini kita membangun kerjasama dengan ITB dan juga negara lain seperti Jepang,” terangnya.

Sebelumnya, Rektor USI , Prof Dr Marihot Manullang mengatakan, salah satu hasil perenungan terhadap prakarsa dan cita-cita adalah USI memikul tanggung jawab besar dalam mempersiapkan SDM yang berpendidikan tinggi dan menjadi anggota masyarakat yang baik. Untuk meneruskan cita-cita tersebut, USI senantiasa berjuang tak henti, yang diwujudkan melalui visi yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat dan profesional. Pemadatan visi ini diwujudkan melalui misi Civitas USI. Pertama, menciptakan sivitas akademik yang berintelektual tinggi, berbudi pekerti luhur, dan mampu bersaing secara global.

Kedua, melaksanakan manajemen secara profesional, akuntabel dan transparan. Ketiga, melaksanakan tridharma perguruan tinggi dan kegiatan lainnya secara eligible serta mengembangkan IPTEKS sesuai dengan perkembangan zaman.

“Selanjutnya USI menyusun rencana pengembangan secara bertahap dan berkesinambungan dengan menetapkan tonggak-tonggak pencapaian yang terukur. Tahap pengembangan USI dirangkai dalam dokumen perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek. Jika saat ini USI dalan posisi teaching university maka tahun 2025 menjadi excellent teaching university dan tahun 2035 akan menjadi research university,” ucapnya.

Dijelaskan Marihot, sejak 2016 USI berhasil meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi  (AIPT) dengan peringkat Baik melalui keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi  (BAN-PT) Nomor :1779/SK/BAN-PT/Akred/PT/IX/2016 tanggal 2 September 2016.  Jumlah program studi yang dinaungi USI saat ini terdiri dari 14 program Sarjana dan 3 program magister termasuk diantaranya 2 program studi magister dan 1 program studi sarjana yang baru operasional sejak tahun ajaran 2015/2016 dan TA 2016/2017 dan belum mengikuti akreditasi ulang.

Penambahan prodi ini tidak lepas dari peran dan pekerjaan staf ahli Rektor Dr Hendrik Limbong MSc dan Wakil Rektor I, Drs Marlan MSc serta Direktur Pascasarjana USI, Dr Robert Siregar PhD.

“Keadaan akreditasi program studi semakin baik, dimana 12 program studi berakreditas B dan masih 2 program studi yang sedang mengikuti akreditasi ulang dengan harapan dapat meningkat menjadi akreditasi B. Diproyeksikan akhir Tahun Ajaran 2018/2019 sudah ada program studi berakreditas A . Untuk itu dibutuhkan kerjasama yang sangat baik di antara semua unsur internal dengan stakeholder eksternal memadukan program kerja dan fokus kepada pencapaian tujuan yaitu akreditasi institusi dan program studi yang lebih baik dan status sebagai research university,” katanya.

Langkah lain dilaksanakan USI adalah ikutserta menekan angka pengangguran dengan mencari lapangan kerja.

Ketersediaan lapangan kerja diperoleh pihak USI lewat Pusat Pengembangan Karir (PPK) yang telah membangun kerjasama dengan ratusan perusahaan besar seperti  PT Djarum Group, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah.

“PPK USI yang diketuai Ir Mustafa Ginting MSi  bisa menghubungkan dengan berbagai elemen. USI memiliki relasi luas yang dapat meraih keberhasilan,” terangnya. (pam/esa)

Bagikan: