Menu

Syahrul Pasaribu: Jangan saat Butuh Baru Sibuk Urus Administrasi Kependudukan

  • Linkedin
Bupati menyampaikan kata sambutan saat sosialisasi GISA di Kabupaten Tapsel.

TAPSEL – Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu menegaskan seraya mengajak seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk mensosialisasikan kepada warga agar jangan hanya ada kebutuhan baru sibuk mengurus administrasi kependudukan.

Hal ini ditegaskan bupati pada sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Aula Sarasi Dua Lantai tiga Kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Rabu (10/10).

“Seperti halnya KTP, KK, Akta Kelahiran dan lainnya. Tetapi yang paling penting dengan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah perlunya peran aktif dari pemerintah melalui Lurah dan Kepala Desa supaya seluruh warganya bisa memiliki dokumen kependudukan. Apalagi dalam menyongsong pemilu serentak 2019 nanti kita sebagai aparat pemerintah harus mengantisipasi segala kemungkinan gejolak yang berhubungan dengan administrasi kependudukan,” ujarnya.

Syahrul juga menginstruksikan, agar Dinas Dukcapil Tapsel, secara maksimal melakukan perekaman e-KTP bagi warga yang sudah memasuki usia 17 tahun di seluruh wilayah di Tapsel. Supaya pada saat pemilu serentak nanti yang bersangkutan sudah bisa menggunakan hak pilihnya.

Sementara Sekda Tapsel Parulian Nasution menambahkan, sosialisasi GISA dilaksanakan atas rumusan hasil rapat koordinadi nasional kependudukan dan pencatatan sipil yang berlangsung di Semarang tanggal 12 hingga 14 September 2018 lalu.

“Sebagai tindaklanjutnya wajib dilaksanakan Sosialisasi tentang GISA di tiap-tiap Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Dikatakan, ada beberapa poin yang harus dimajbai tentang perlunya Sosialisasi GISA itu. Di antaranya mendukung suksesnya Pemilihan umum tahun 2019, menuntaskan rekam cetak e-KTP bagi penduduk wajib KTP di seluruh indonesia, serta memantapkan tata kelola pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil yang membahagiakan masyarakat.

“Untuk itu dalam menyukseskan GISA, saya meminta komitmen dari para Camat, Lurah, dan Kepala Desa yang hadir agar seluruh administrasi Kependudukan di wilayah masing-masing, untuk segera membuat laporan warganya yang Lahir, Meninggal, Pindah dan Datang (LAMPID) paling lambat 30 hari setelah kejadian,” tegasnya.

Sementara Kaban Kesbangpol Tapsel Hamdy S Pulungan meminta kepada Disdukcapil, Lurah dan Kepala Desa agar lebih proaktif lagi di wilayah masing-masing dengan cara membantu warga yang telah meninggal untuk dibuat laporan kematiannya supaya nama yang sudah meninggal tersebut tidak lagi terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap. (ran)

  • Linkedin
Loading...