Potensi PLTA Aek Bilah

Bagikan:
Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, Plt Kadis DPMPPTSP Sofayan Adil dan pejabat menerima kunjungan PT Siborpa Eco Power, yang berinvestasi U$238 juta di Tapsel, membangun PLTA Aek Bilah, berkapasitas 114 MW. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Kabupaten Tapsel memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa. Setelah PLTA Batangtoru, ternyata masih banyak lagi lokasi yang berpotensi dibangunnya pembangkit listrik ramah lingkungan ini, di daerah itu.

Salah satunya, PLTA Aek Bilah, di ‘kecamatan terjauh’ Kabupaten Tapsel. Dan, PT Siborpa Eco Power, dengan investasi sebesar U$238 juta, siap membangun PLTA Aek Bilah dengan kapasitas 114 MW.

Hal ini disampaikan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu melalui Plt Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Tapsel, Sofyan Adil, Kamis (8/11).

Disampaikannya, pembangkit listrik terbarukan dan ramah lingkungan ini, juga masuk pada Rencana Umum Pengadaan Tenaga Listrik (RUPTL), untuk mendorong program pemerintahan Presiden RI Joko Widodo – Jusuf Kalla menciptakan energi listrik 35 ribu MW.

“Konstruksi mulai pada tahun 2020. Dan selesai tahun 2025,” ujarnya.

Saat ini terangnya, masih menunggu proses izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), yang sudah masuk di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. Dan juga izin lingkungan yang nantinya di terbitkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Lantas, setelah proses kedua izin diterima maka pihak PT SEP akan melakukan perjanjian jual beli listrik atau PPA (Power Purchament Agreement).

“ Tentunya melalui proses lelang dari PT PLN Persero,” katanya.

Diutarakan, dengan adanya investasi itu, tentunya akan membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat sehingga mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dan diyakini, akan membantu kelancaran transoportasi di wilayah itu.

“Kehadiran investasi ini, pastinya memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Dirincikan, secara teknis, bendungan atau Dam dari PLTA tersebut, direncanakan dengan rancangan dengan ketinggian sekitar 77 meter. Lantas, air dari bendungan akan dialirkan melalui pipa besar dengan heat 200 meter dan panjang sekitar 5 km menuju turbin.

“Bupati selalu mengajak masyarakat untuk mendukung program ini, demi percepatan program pembangunan daerah. Dan beliau juga mengingatkan, pihak perusahaan agar tetap menjaga rambu regulasi yang ditetapkan,” ungkapnya mengakhiri. (ran)

Bagikan: