Menu

Pelaku Pembunuhan Bocah Ditangkap di Kebun

  • Linkedin
Sahat Gading Tarihoran, pelaku yang diduga gila dan membacok anak tetangganya hingga tewas di Tapsel.

TAPSEL – Sahat Gading Tarihoran, pelaku pembunuh bocah lima tahun yang masih tetangganya, akhirnya ditemukan. Tanpa perlawanan, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa ini diamankan personel Polres Tapsel bersama warga setempat, Rabu (10/10) siang.

“Dia ditemukan saat berada di kebun. Dan langsung diamankan oleh polisi dibantu warga,” tukas Sekdes Sisundung Muallim.

Saat ditemukan, kata Muallim, pelaku masih dalam kondisi memegang sebilah parang yang diduga digunakannya membacok MP (5) bocah lima tahun yang masih tetangganya hingga tewas. Penangkapan pelaku juga berlangsung aman singkat, tanpa perlawanan.

“Polisi datang, lalu disuruh untuk membuang parang yang dibawanya dan menurut. Kemudian disuruh telungkup, lalu diamankan polisi dan dibawa ke Mapolres Tapsel,” jelasnya.

Dan, sebelum menghabisi nyawa korban, pelaku juga sempat menyerang warga.

Sebelumnya, Situasi di Dusun Muara Pardomuan, Desa Sisundung, Angkola Barat yang berada dekat dengan Desa Tandihat, Angkola Selatan, lokasi bocah lima tahun yang tewas dibacok tetanggan masih mencekam. Pasalnya hingga Rabu (9/10) sore, Sahat Gading Tarihoran, diduga pelaku belum juga ditemukan.

“Ini kita dan warga masih siaga dan berjaga-jaga. Masyarakat masih was-was, dan tetap waspada,” ujar Sekretaris Desa Sisundung, Muallim.

Cerita Muallim, kejadian sadis itu terjadi pada Senin (8/10) siang. Pelaku tiba-tiba datang dari arah belakang rumah. Saat itu, korban MP (5), putra Mariduk Panggabean sedang bermain di depan rumah. Melihat korban, pelaku langsung menyerangnya menggunakan sebilah parang yang dibawanya.

“Informasi dari warga, pelaku mengalami gangguan jiwa dan lepas dari pasungan. Tiba-tiba datang dan langsung menyerang korban,” ungkapnya.

Setelah membacok bagian belakang kepala korban, pelaku langsung melarikan diri. Korban masih sempat berlari ke dalam rumah, dan akhirnya tewas disaksikan orang tuanya.

“Setelah korban dibacok, dia masih sempat minta tolong dan masuk ke dalam rumah. Akhinya jatuh dan meninggal,” kata Muallim sesuai keterangan dari ayah korban. Sebelum kejadian, keluarga pelaku sempat melapor ke pihak Desa Sisundung, Angkola Barat, tempat mereka tercatat sebagai penduduk memberitahukan tentang anak mereka (pelaku) yang lepas dari pasungan. Dan minta dibantu dilakukan pencarian untuk diamankan. Sayangnya, belum sempat ditemukan, pelaku berbuat brutal dan menghilangkan nyawa warga.

“Kata keluarganya (pelaku), sudah lebih empat bulan dipasung. Dan diduga mengalami gangguan jiwa akibat tidak direstui menikah,” sebut Camat Angkola Barat Maruhum Hot Taufiq. (yza)

  • Linkedin
Loading...