Jalan Menuju Kampung Pejuang Belum Tersentuh

Bagikan:
Kondisi Jalan menuju Panggulangan. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Masyarakat Lingkungan Panggulangan, Kelurahan Parausorat, Kecamatan Sipirok terus menyuarakan agar adanya perhatian pembangunan, khususnya jalan.

Pasalnya, jalan menuju kampung halaman salah seorang pejuang cukup dikenal asal Kabupaten Tapsel ini, belum tersentuh pembangunan.

Beberapa warga Panggulangan, baik yang berdomisili di kampung maupun diperantauan, terus menyuarakan adanya pembangunan menuju kampung ‘pejuang Sahala Muda Pakpahan’ itu.

“Sama sama kita ketahui, Panggulangan ini merupakan kampung halaman Sahala Muda Pakpahan, pejuang terkenal dari Tapsel. Menjelang Hari Pahlawan seperti ini, kita selalu terkenang dan merenung, mengapa tak ada pembangunan kekampung halaman pejuang ini, apakah seperti ini cara kita menghargai jasa para pejuang yang telah gugur untuk mempertahankan bangsa dan negara ini,” ungkap Rahmat Pakpahan (36), salah seorang perantau asal Panggulangan melalui selulernya.

Rahmat yang masih memiliki pertalian darah dengan Sahala Muda Pakpahan ini menyebut, hampir setiap tahun mereka pulang kampung, selalu menyaksikan pemandangan jalan yang begitu begitu saja. Ironisnya, di beberapa kampung tetangga, justeru mengalami perubahan yang cukup signifikan dari segi pembangunan jalan.

“Sejak saya SD, kondisi jalan menuju Panggulangan tak ada perubahan, padahal di Parausorat, Sabatolang, Garoga dan kampung lainnya, sudah mengalami pembangunan. Bahkan, jalan ke kebun pun sudah dibangun,” ungkapnya.

Karena itu, selaku putra daerah Panggulangan, sangat berharap adanya perhatian Pemkab Tapsel atas kondisi jalan menuju LIngkungan Penggulangan, yang merupakan kampung halaman ‘Sahala Muda Pakpahan’ itu.

Hal senada juga kerab diutarakan beberapa warga Lingkungan Panggulangan kepada awak media ini. Hampir setiap tahun mereka memperjuangkan pembangunan jalan dengan panjang sekitar 2 km tersebut. Namun, hingga saat ini belum tersentuh sama sekali.

Dan, kepada setiap pejabat ataupun tokoh yang singgah, warga selalu menyuarakan agar adanya pembangunan. Namun, tak kunjung mendapat prioritas hingga saat ini.

“Kami merasa hanya Panggulangan inilah yang belum ‘merdeka’ disekitar ini. Semua sudah mendapat jatah pembangunan, tetapi jalan menuju lingkungan ini tak ada perhatian, seolah kami ‘dianaktirikan’,” ungkap beberapa warga, bermarga Pakpahan, Harahap dan Pohan disalah satu lopo (kedai) kopi saat bercengkrama dengan awak media ini.

Melihat antusias warga baik perantau maupun yang berdomisili di kampung halaman pejuang itu, Pemkab Tapsel melalui Dinas Pekerjaan Umum Daerah, sudah saatnya turun kelapangan dan benar benar melihat kondisi jalan menuju Lingkungan Panggulangan itu. Sehingga, pembangunannya menjadi prioritas. (ran)

Bagikan: