DARAS Dukung Pembangunan PLTA Batangtoru

Bagikan:
Pertemuan Dewan Adat Raja Angkola Sipirok dengan Pemkab Tapsel. Pada pertemuan itu, DARAS mendukung percepatan pembangunan PLTA Batangtoru.

TAPSEL – Dewan Adat Raja Angkola Sipirok (DARAS) mendukung sepenuhnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Kabupaten Tapsel. Karena selain mendukung ketersediaan pasokan listrik, juga diyakini keberadaan PLTA tersebut akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat khususnya Tapsel. Hal ini terungkap pada pertemuan Ketua DARAS Tapsel-Padangsidimpuan Sutan Raja Pinayungan (Hendrisyah Harahap) dan rombongan, dengan Sekda Kabupaten Tapsel H Parulian, Kamis (18/10).

Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu melalui Sekda Tapsel mengungkapkan terima kasih atas kunjungan dan pertemuan tersebut. Apalagi didalamnya ada kaitan dengan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya Tapsel.

Dikatakan, pembangunan PLTA Batangtoru yang berkapasitas 510 Mega Watt tersebut, merupakan PLTA terbesar kedua di Indonesia. Dan terpenting, pembangunan PLTA tidak akan pernah merusak hutan dan lingkungan hidup di sekitarnya. Justru sebaliknya, sebagai sumber energi baru terbarukan, PLTA akan menjaga hutan dan kelestarian lingkungan hidup disekitarnya, agar bisa bertahan lama.

“Perlu kita ketahui, dari total HGU yang diberikan hanya sekitar 25 persen yang akan terpakai,” terangnya.

Mantan Kadis Ketenagakerjaan Transismigrasi dan Sosial Tapsel ini menjelaskan, untuk tenaga kerja, sesuai yang tercatat didalam Analisi Dampak Lingkungan (Amdal) adalah 75 persen masyarakat lokal.

“Saya berharap dengan adanya pertemuan yang berkelanjutan ini. Kiranya mampu mengatasi potensi terjadinya kesalah fahaman dan informasi yang menggelinding tidak baik. Dan pihak DARAS juga dapat menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pembangunan PLTA ini. Bila ada informasi yang keliru, mohon didiskusikan dengan pemangku kepentingan untuk menjaga kekondusifan ditengah masyarakat kita,” ungkap Sekda.

Diutarakannya, keberadaan Pemkab Tapsel pada pembangunan PLTA, adalah sebagai perpanjangan pemerintah pusat dan tidak akan pernah melakukan intervensi terhadap pembangunan.

“Adapun Izin pembangunan PLTA menurut hemat kami (Pemkab), sudah dilengkapi oleh perusahaan, secara keseluruhan dan tidak ada perizinan yang belum di penuhi,” sebut Parulian.

Perwakilan PT NSHE Ari HRD mengucapkan terimakasih atas pertemuan dan dukungan DARAS untuk percepatan pembangunan PLTA Batangtoru. Dimana pada prinsipnya dalam menjalankan kegiatan pembangunan PTLA tersebut, PT NSHE tidak pernah menutup diri atas saran yang disampaikan.

“Apalagi dari pihak Pemkab Tapsel dan Raja-Raja di Tabagsel,” ucapnya.

Diakui, memang di dalam perjalanan suatu pembangunan tak lepas dari permasalahan, tapi pihaknya yakin mampu menyelesaikan dengan baik dengan tetap mengedepankan pola taat azas dan aturan serta menjunjung tinggi nilai kearifan lokal setempat.

“Kami berharap pembangunan PLTA ini dapat memberikan manfaat yang baik terhadap masyarakat Tabagsel khususnya masyarakat Tapsel,” ujarnya. (ran)

Bagikan: