Gus Irawan: ZIS Konsep Islam Atasi Kemiskinan

Bagikan:
H Gus Irawan Pasaribu

TAPSEL – Ketua Komisi VII DPR-RI H Gus Irawan Pasaribu mengatakan, agama Islam memiliki konsep terbaik dalam menangani kemiskinan, melalui yaitu Zakat Infaq dan Shadaqoh (ZIS).

Sebanyak 85% penduduk Indonesia yang beragama Islam memiliki potensi zakat sebesar 217 triliun rupiah. Tentunya jika terdata, ter-input dan terkelola dengan baik. Maka persoalan kemiskinan akan segera teratasi. Hal ini diutarakannya, saat menutup seminar bertema ’Peningkatan Kemandirian Lembaga-Lembaga Umat Untuk Meningkatkan Kesejahtetaan Masyarakat Islam demi Mencapai Sumut Bermartabat’ di PDM, Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapsel, Senin (7/1).

“Untuk itu, saya berharap dengan seminar yang dilakukan oleh Darul Mursyid ini bisa menjadi motivasi dan dilakukan lembaga lainnya seperti Badan Kenaziran Masjid dan Pondok Pesantern yang hadir ini,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Gus Irawan menyebut, sangat berbahagia dan bangga hadir di Darul Mursyid. Pesantren yang memiliki berbagai prestasi Sains. Di mana, selain memiliki segudang prestasi Sains, Darul Mursyid juga memiliki produk kopi sendiri.

“Karena itu, Komisi VII DPR-RI yang bermitra dengan riset & teknologi akan mendukung sepenuhnya untuk teknologi pengolahan kopi di daerah ini,” pungkasnya.

Wakil Bupati Tapsel Aswin Efendi Siregar juga mengapresiasi Darul Mursyid yang telah melaksanakan kegiatan seminar tersebut. Dan tentunya menjadi bukti semakin berkembangnya pesantren dengan lahirnya Peraturan Presiden RI no 22 tahun 2015 yang menetapkan, tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri Naional.

Dikatakan, bagi umat Islam, masjid dan pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat ibadah dan sekolah semata, namun memiliki memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan peradaban ummat Islam, salah satunya dalam perekonomian.

Pada kesempatan tersebut Gus Irawan Pasaribu juga melakukan peletakan Batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna Pondok Pesantern Darul Mursyid.

Hadir pada kegiatan itu, Kepala BNNK Tapsel, Wakapolres Tapsel, Ketua Umum MUI Sumut Prof. Dr. H. Abdullahsyah, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Sumut Drs. H. Sotar Nasution, Direktur Pondok Pesantern Darul Mursyid Jafar Syahbuddin Ritonga, Wakil Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang dan Sekretaris KNPI Tapse Dolly Putra P Pasaribu. (ran)

Bagikan: