Ruas Jalinsum di Tapsel Tertimbun Longsor

Bagikan:
Kondisi ruas jalan nasional lintas tengah tepatnya di Desa Silaiya, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan yang tertimbun tebing longsor menyebabkan arus transportasi dua arah terganggu. (Antaranews Sumut/Kodir)

TAPSEL – Hujan deras yang melanda wilayah Tapanuli Selatan sejak Rabu (5/12) malam mengakibatkan tebing setinggi belasan meter longsor dan menimbun ruas jalan nasional lintas tengah di wilayah itu dan menyebabkan arus transportasi dua arah terganggu.

“Lokasi longsor di Desa Silaiya Kecamatan Sayur Matinggi tepatnya kilometer 28 arah Padangsidimpuan – Panyabungan,” kata Kepala Desa Silaiya Tanjung Leu Abdul Jalil Hasibuan yang dihubungi Antara, Kamis (6/12).

Menurut dia, lebih setengah badan jalan nasional itu tertutup material longsoran tebing berupa tanah lumpur bebatuan dan pepohonan. Bahkan sebuah tiang PLN juga turut tumbang, sehingga menyulitkan kendaraan melintas.

“Sekarang kendaraan sudah mulai bisa lewat walau sistem buka tutup. Petugas dan masyarakat berupaya keras bergotong royong memindahkan material longsor dari badan jalan, menggunakan chainsaw, cangkul dan lainnya,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan Ilham Suhardi melalui Sekretaris Umar Halomoan Daulay kepada Antara mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum.

“Pemkab Tapsel melalui Dinas PUPR akan segera menurunkan alat berat ke lokasi longsor untuk mengevakuasi material longsoran tebing sepanjang lebih kurang 10 meter yang menutupi lebih separuh badan jalan itu,” kata Umar.

Umar menjelaskan, ada dua titik longsor menimbun badan jalan lintas tengah Sumatera itu masing-masing di Desa Silaiya dan di daerah Aek Libung yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Selain itu, hujan deras tadi malam juga sempat merendam sebanyak 25 rumah di Desa Pargumbangan Kecamatan Angkola Muara Tais di wilayah itu akibat meluapnya Sungai Batang Angkola dengan ketinggian air lebih setengah meter.

“Alhamdulillah pagi ini genangan air tersebut sudah surut dan keadaan masyarakat sudah normal kembali,” katanya.

Di daerah Sitampa Simatoras, Desa Janji Manaon, Kecamatan Angkola Muara Tais tambahnya, ketinggian air merendam pemukiman warga sempat mencapai satu meter, dan itupun kondisi pagi ini air sudah surut. (antara)

Bagikan: