Menu

Sidang Dugaan Suap Bupati Labuhanbatu Nonaktif, Minggu Depan Pemeriksaan Saksi

  • Linkedin
Terdakwa ES (berbaju batik) didampingi kuasa hukumnya Fadli Nasution dan rekan.

RANTAUPRAPAT – Kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Labuhanbatu nonaktif, PH dengan terdakwa ES alias Asiong, mulai sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (11/10).

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Irwan Efendi dengan Hakim Anggota Feri Sormin dan Danil Panjaitan tersebut beragendakan mendengarkan pembacaan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan secara bergantian oleh Jaksa Dody Sukmono, Mayhardi Indra Putra dan Agung Satrio Wibowo.

Dalam dakwaan jaksa, KPK mengurai rincian pemberian sejumlah uang dari ES kepada Bupati Labuhanbatu, PH. Dakwaan setebal 26 halaman yang dibacakan JPU mengungkap pemberian sebesar Rp38.882.050.000, dan SGD 218.000 yang diberikan secara bertahap kepada PH melalui perantara BH (anak PH), AYH (adik ipar PH), dan UR (DPO).

Pemberian tersebut atas permintaan Bupati PH kepada ES untuk mendapatkan proyek-proyek di Dinas PUPR Labuhanbatu Tahun Anggaran 2016, 2017, dan 2018.

Usai pembacaan dakwaan, ES melalui kuasa hukumnya Fadli Nasution, Asban Sibagariang dan Pranoto dari Kantor Hukum Lubis-Nasution & Partners, menyatakan dapat menerima dakwaan jaksa dan tidak akan mengajukan eksepsi.

“Ya, kita pihak terdakwa ES menerima dakwaan dan meminta sidang dilanjutkan pada pokok perkara dengan pemeriksaan saksi-saksi,” ucap Fadli Nasution kepada wartawan.

Sementara usai mendengarkan jawaban pihak terdakwa, Majelis Hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan pada hari Kamis (18/10) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Untuk diketahui, pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, ES alias Asiong itu diumumkan sebagai tersangka oleh KPK RI pada Rabu (18/7) malam. ES diduga menyuap PH sebesar Rp576 juta yang merupakan bagian dari Rp3 miliar terkait proyek-proyek di Labuhanbatu untuk tahun 2018.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan setelah orang kepercayaan ES berinisial AT mencairkan cek Rp576 juta di BPD Sumut. Uang sebesar Rp500 juta dari pencairan kemudian dititipkan kepada petugas bank lalu diambil UR.

UR saat ini masih diburu petugas KPK karena melarikan diri setelah melakukan perlawanan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT). (nik)

  • Linkedin
Loading...