Sebelum Dikebumikan, Jenazah Sahat Dibawa Keliling Sibolga

Bagikan:
Prosesi pelepasan jenazah Drs Sahat P Panggabean dari rumah duka. Sebelum dikebumikan di kawasan Sibolga Julu, jenazah sempat dibawa berkeliling Kota Sibolga. (Milson Silalahi/MSG)

SIBOLGA – Prosesi pemakaman jenazah mantan Walikota Sibolga dua periode, Drs Sahat P Panggabean, Kamis (1/11), menyita perhatian masyarakat. Setelah pelepasan oleh alumni STPDN, dengan inspektur upacara yang juga Wakil Walikota Edi Polo Sitanggang, jenazah kemudian dibawa keliling Kota Sibolga.

Pantauan wartawan, jenazah diberangkatkan dari rumah duka melewati halaman kantor Walikota Sibolga menuju Jalan Zainul arifin, Jalan Letjen S Parman, Jalan Diponegoro, Jalan Letjen R Suprapto, Jalan Horas, Jalan SM Raja, Jalan DI Panjaitan, menuju Gereja HKBP Sibolga Julu.

Iring-iringan itu juga diikuti warga yang menaiki kendaraan roda dua dan roda empat. Selanjutnya dari Gereja HKBP Sibolga Julu, jenazah langsung dibawa menuju pemakaman yang juga berada di Sibolga Julu.

Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk dalam pidatonya saat pelepasan jenazah yang dibacakan Wakil Walikota Edi Polo Sitanggang mengatakan, atas nama pemerintah, pribadi, keluarga serta segenap masyarakat menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya bapak Drs Sahat Pinorsinta Panggabean, mantan Walikota Sibolga periode 2000-2005 dan 2005-2010.

“Kita semua ikut merasa kehilangan karena mendiang merupakan putra daerah yang terbaik. Kami menyampaikan ucapan serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas pemikiran, pengabdian, karya serta perjuangan beliau selama menjadi Walikota Sibolga.

Kami tidak melupakan segala jasa yang telah dilakukan mendiang ketika masih aktif sebagai walikota. Semoga semua yang telah mendiang lakukan untuk Sibolga ini akan menjadi amal kebaikan sebagai bekal untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Edi Polo.

Sebelumnya prosesi pelepasan almarhum Drs Sahat P Panggabean diawali pembacaan riwayat perjalanan karirnya di birokrasi pemerintah yang dimulai dari STPDN hingga menjabat menjadi Walikota Sibolga hingga dua periode. Usai pembacaan riwayat hidup, acara dilanjutkan dengan penyematan bendera merah putih di peti jenazah yang dibawa oleh alumni STPDN menuju kendaraan yang akan mengangkut jenazah mengelilingi Kota Sibolga.

Afifi Dipakaikan Topi Kehormatan

Dekatnya hubungan antara Drs Sahat P Panggabean dengn mantan wakilnya Drs Afifi Lubis ternyata memiliki sejarah panjang di birokrasi Kota Sibolga. Kamis (1/11) lalu, Afifi datang menjenguk mantan pasangannya di periode 2005-2010 itu. Bahkan saat berada di samping jenazah sembari berbincang-bincang di dekat peti jenazah, Afifi tiba-tiba dipakaikan topi kehormatan walikota oleh Rumintang Uli Lumbantobing, istri almarhum Sahat. Topi tersebut adalah milik suaminya almarhum Sahat.

“Saya tidak tahu, ketika itu ibu mengambil topi itu. Saat itu dia katakan, ‘di ho mai’. Lalu saya katakan jangan, biarlah dibawanya. Dan dia (Rumintang Uli Lumbantobing) memakaikannya ke saya. Lalu saya katakan biarlah dia membawanya. Saya meletakkan kembali topi itu,” ujar Afifi Lubis.

Afifi yang saat ini menjabat Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Sumatera Utara tidak ada berpikiran lain-lain terkait pemakaian topi itu. “Kupikir gak ada maksud lain. Tondi-nya lah. Tondi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Afifi mengungkap bahwa sosok Sahat P Panggabean merupakan sosok pluralisme yang mampu menganyomi berbagai kalangan, berbagai pihak. “Itulah sosok yang menonjol dari beliau,” ungkapnya.

Menurutnya, Sahat merupakan pemimpin yang lebih melihat kepada kepentingan masyarakat. Tidak melihat sekat-sekat, perbedaan di tengah masyarakat. Tidak membeda-bedakan.

“Saya tak bisa melupakan beliau. Artinya, beliau ini orang yang saya hormati. Orang yang sangat saya hargai. Beliau pernah menjadi guru saya. Beliau kawan bekerja. Saya pernah menjadi stafnya. Jadi banyak hal yang pernah saya lakukan bersama beliau. Banyak kenangan bersama selama 10 tahun bersama beliau,” kisahnya.

Diberitakan sebelumnya, Sahat Pinorsinta Panggabean meninggal dunia di usia 68 tahun. Ia wafat di Rumah Sakit Metta Medika, Senin (29/10) sore setelah menjalani perawatan medis selama empat hari. (mis)

Bagikan: