Keluh Kesah Kedua Orangtua Devi: Dia Membuat Kami Kehilangan Anak…

Bagikan:
Foto kedua korban semasa hidup.

ASAHAN – Kepergian Devi, korban perempuan yang ditemukan di Kamar C12 Hotel Central Kisaran membawa duka mendalam bagi keluarga besarnya. Khususnya kedua orangtua. Keduanya tak berhenti menangis, mengingat kepergian anak ketiga dari tiga bersaudara itu sangat tragis.

Kat, ayah Devi saat ditemui Metro Asahan di rumah duka Pondok Karang Anyer, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Rabu (9/1) mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Hingga kini rasa kesedihan itu belum dapat terobati karena masih belum bisa menyangka hal itu bisa terjadi. Ayah tiga anak itu selalu merasa sedih setiap mengingat Devi.

“Sudah lah pak, aku tak tahan apabila harus menceritakan itu. Rasanya sesak di dada. Tak sanggup aku menceritakannya,” ujar pria berkulit sawo matang itu sambil mengelus dada.

Sesekali pria ini menangis saat ditanyai soal putri kesayangannya itu. Bahkan, dia sempat terpukul ketika ada salah satu temannya menunjukan surat kabar tentang anak bungsunya itu.

“Banyak orang yang ngomong berlebihan tentang anak saya. Ada juga yang bilang kalau anak saya janda anak satu. Anak saya masih gadis bukan janda. Usianya masih 22 tahun,” jelas Kat sambil mengusap air matanya.

Sementara Ibu kandung Devi mengaku sudah lama mengenal Hasyim, teman Devi.

“Kami sudah lama mengenal si Hasyim. Cukup sudah dia membuat kami sakit hati. Kini dia sudah membuat saya kehilangan anak saya,” isak wanita itu sambil mengelus dadanya.

“Anak saya (Devi) selama ini tidak pernah membangkang apa kata saya. Setiap dia salah, saya tegur. Dia tak pernah mau melawan,” jelasnya.

“Dia pun jarang ke luar rumah. Bahkan kalau mau pergi dan pulang kerja, sering saya antar jemput,” sebut sang ibu yang tak henti menangis.

“Hari minggu pagi itu (6/1) Devi sempat pamit sama saya. Saya tanya mau kemana Vi? Dia menjawab mau keluar sebentar mak, mau beli sarapan, sebentar aja kok mak. Saya bilang ya sudah, jangan lama lama ya, dia jawab iya mak,” bebernya.

“Dua jam setelah Devi pergi, kami sudah mulai kebingungan. Tetapi hanya keluarga kami saja yang tau dan bingung. Kami tak ada kasih tau orang lain termasuk tetangga,” cerita ibu itu.

“Kami bingung karena enggak biasanya dia seperti itu. Kalau dia pamit ke luar sebentar, ya pasti sebentar. Enggak mungkin lama. Ini kok sampai dua jam enggak pulang-pulang,” tandasnya yang masih terus terisak.

Hal itu dibenarkan kakak kedua Devi. Dia mengakatan, saat itu turut mencari Devi.

“Kami sudah coba telpon Devi. Sempat nyambung, tapi langsung dimatikan telponya. Kami tambah bingung, terus kami cari Devi ke warung dan rumah makan seputaran Kisaran. Siapa tau dia ada disitu, tapi enggak ada,” jelas kakak Devi. (bay/des)

Bagikan: