Tembak Mantan Pacar, Lalu Bunuh Diri… Kapolres: Sudah Direncanakan

Bagikan:
Foto korban semasa hidup.

KISARAN – Motif tewasnya dua sejoli yang ditemukan di Kamar C12 Hotel Central Kisaran, Senin (7/1) lalu, akhirnya terungkap. Kasus asmara ditenggarai menjadi motif pembunuhan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK dalam pemaparannya di Aula Wira Satya di Mapolres Asahan, Selasa (8/1) siang.

“Jadi antara si laki-laki (Hasyim) dan si perempuan (Devi) sebelumnya sudah sempat ingin tunangan pada tahun 2018 lalu, namun batal karena sesuatu. Akhirnya mereka yang sempat pacaran ini, putus. Mereka bertemu kembali, dan janjian ketemu di hotel,” kata Kapolres Asahan sambil menunjukkan bukti screen percakapan whatsapp di handphone keduanya.

Fasial memaparkan, berdasarkan pelajaran rekaman CCTV pada hari Minggu (6/1) sekitar pukul 10.15 WIB, Hasyim dan Devi datang ke Hotel Central secara bersamaan dengan mengendarai sepedamotor masing-masing.

Kemudian, dalam rekaman CCTV, sepuluh menit kemudian, Hasyim yang diantar oleh seorang petugas hotel kemudian masuk ke dalam kamar nomor C12 bersama Devi. Dalam rekaman video juga terlihat Hasyim mengenakan tas ransel warna cokelat.

“Diduga dalam tas itu ia sudah mempersiapkan senjata api rakitan dan sebuah celurit yang kami temukan dalam tasnya. Aksi ini sudah direncanakan oleh si laki-laki,” jelas Kapolres.

Setelah keduanya masuk ke dalam kamar hotel, tak jelas dan belum diketahui pasti apa yang terjadi selanjutnya. Hingga keesokan harinya pada Senin (7/1) sekitar pukul 13.00 WIB, petugas hotel yang ingin mengkonfirmasi perpanjangan masa inap mengetuk pintu kamar namun tak mendapat jawaban hingga diputuskan untuk membuka kamar dengan menggunakan kunci cadangan.

“Setelah pintu dibuka, dua orang saksi pegawai hotel menyaksikan keduanya sudah tewas. Posisi si perempuan sedang berlutut di atas tempat tidur. Sedangkan si laki-laki dalam keadaan telungkup. Kepala keduanya pecah diduga ditembak dengan senjata api rakitan yang sudah disiapkan,” tambah mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Korban perempuan ditembak dari atas kepala persis di ubun-ubunnya tembus ke bagian pelipis. Sementara itu korban laki-laki menembakkan diri dari keningnya.

“Peluru yang digunakan memakai peluru berkaliber cukup besar yakni 5,56 mm hingga mengakibatkan kepala keduanya pecah. Jadi pelaku penembakan bunuh diri setelah menembak teman wanitanya,” jelasnya.

Kapolres juga kembali menegaskan adapun motif kasus pembunuhan ini dipicu persoalan asmara. Karena menurut keterangan keluarga, Devi tak lagi pacaran dengan Hasyim. Sementara itu, Devi rencananya akan melangsungkan pernikahan pada pertengahan 2019 mendatang dengan pria lain.

“Si laki-laki kecewa karena rencana pertunangannya batal. Kemudian dia merencanakan aksi itu di kamar hotel,” kata Kapolres.
Dalam pemaparan kasus tersebut, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian para korban, seprai, handphone, celurit, sepatu, tas ransel serta dua unit sepedamotor.

Keyakinan Polres Asahan, kasus ini merupakan aksi bunuh diri yang dirancang oleh Hasyim semakin menguat. Di waktu keduanya ditemukan tewas, sekitar pukul 17.00 WIB polisi langsung mengecek ke rumah orang tua Hasyim.

Pesan Terakhir Untuk Ibu

Di dalam kamarnya, Hasyim menuliskan pesan untuk ibu kandungnya jika dia nanti wafat untuk membuang salah satu bagian tubuhnya dan menuliskan nomor PIN ATM serta uang yang dia punya yang dipegang temannya.

“Kami sudah memeriksa tulisan tangan yang ditemukan penyidik di rumah si laki-laki. Setelah diuji, ternyata benar itu tulisan tangannya. Dengan demikian semakin kuat kesimpulan kami bahwa peristiwa ini dilakukan dengan menembak kepala teman wanitanya lalu si pelaku bunuh diri,” ungkapnya.

Hingga kini, Polres Asahan masih menyelidiki asal senjata rakitan yang digunakan Hasyim. “Soal senjata rakitannya masih kami selidiki dari mana dia dapat. Yang jelas untuk kasus kematian keduanya jelas motifnya karena asmara percintaan,” paparnya. (per/des)

Bagikan: