Menu

Dua Jasad Mahasiswa yang Hanyut itu Ditemukan

  • Linkedin
Korban Maya Fadilah Daulay saat berada di Puskesmas Aek Songsongan Asahan.

MetroTabagsel.com – Proses pencarian tiga mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) dan seorang pelajar yang hanyut di Sungai Asahan, kini membuahkan hasil. Dua mahasiswa ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Dua jasad yang ditemukan adalah Maya Daulay (21) dan Maulida Batubara. Keduanya merupakan warga Desa Tembung, Kabupaten Deli Serdang.

Kedua korban ditemukan dekat Jembatan Bandar Pulau. Jasad Maya ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan jasad Maulida ditemukan pukul 00.00 WIB.

Kapolsek Bandar Pulau AKP V Simanjuntak mengatakan, jasad Maulidia Batubara ditemukan warga yang sedang menembak ikan di bawah jembatan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Sei Piring, Kecamatan Pulau Rakyat.

“Pencarian masih terus kita lakukan. Semoga yang dua lagi bisa ketemu secepatnya,” katanya, Jumat (10/8).

Jasad dua korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Pulau Rakyat. Selanjutnya, keduanya diserahkan ke pihak keluarga.

Dua korban yang masih hilang adalah Dwihadi Hendra, 21, mahasiswa UMN asal Sumatera Barat (Sumbar), dan Fery, 14, pelajar asal Desa Siumbut-umbut, Kabupaten Asahan.

“Identitas Maulida Batubara dipastikan orang tuanya, Mustopa Batubara yang melihat langsung ke Puskesmas Pulau Raja,” jelas V Simanjuntak.

Selanjutnya jasad korban diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan ke rumah duka. Sebelum meninggalkan Puskesmas, Mustopa Batubara mengucapkan terimakasih kepada petugas dan masyarakat yang turut membantu pencarian putrinya.

“Terimakasih atas perhatian dan bantuan warga setempat. Saya tidak bisa membalasnya. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah,” ucap Mustopa kepada warga.

Pantauan wartawan, usai mendapat penangan medis di Puskesmas, jasad korban Maulidia Batubara dibawa menuju rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance Puskesmas Pulau Rakyat.

Jasad Maya Mengapung
Sementara jasad Maya Daulay ditemukan dalam kondisi mengapung dan telungkup. Almarhum ditemukan tidak lagi mengenakan baju.

Sudirman, salah seorang relawan yang turut dalam pencarian tersebut kepada wartawan mengatakan, tim SAR BPBD Asahan maupun tim Basarnas awalnya merasa prihatin melihat keluarga korban yang terus menerus gelisah dalam pencarian tersebut.

“Kami tidak tega melihatnya. Keluarga para korban terus menangis. Mereka gelisah dan cemas. Makanya hingga pukul 21.40 WIB, warga masih turun tangan melakukan pencarian dengan menggunakan sampan,” terang Sudirman.

Warga menyusuri hingga sampai daerah tuangan belum juga ditemukan. Terakhir mereka memuuskan untuk kembali ke Pos II yang berada di Aek Songsongan. Namun saat sampan yang mereka tumpangi berputar, Sudirman melihat jasad manusia mengapung yang belakangan diketrahui bernama Maya Daulay.

Selanjutnya warga menghubungi Polsek Bandar Pulau agar segera menyiapkan mobil ambulan untuk membawa jasad korban ke Puskesmas Bandar Pulau. Selanjutnya almarhum dibawa pulang ke Tembung, Medan oleh keluarganya.

Sementara abang korban Rudi Daulay, saat tiba di Puskesmas Aek Songsongan histeris menangisi jasad adiknya. “Dek, kenapa jadi begini. Kau pergi untuk selamanya. Dek, kenapa dek,” teriak Rudy Daulay.

Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kades Marjanji Aceh R Sofyan Panjaitan membenarkan penemuan tersebut. “Saat ditemukan seorang perancang, kita menggunakan bot kayu turun ke lokasi itu. Benar saja jasad yang diketahui bernama Maya,” ujar Sofyan Panjaitan.

Hingga kini petugas masih melakukan penyisiran di sungai berarus deras itu. BPBD, TNI dan Kepolisian dibantu Mapala UMN dan masyarakat bahu membahu melakukan pencarian.

Sebelumnya, Maya dan teman-teman satu kampusnya menggelar pesta perpisahan setelah menyelesaikan masa KKN di Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Songsongan.

Namun, 30 menit mandi di Pemandian Bedeng, Maya dan dua temannya, Maulidia Batubara (21), Dwi Hadi Mahendra (21), warga Sumatera Barat dan Fery (14), anak tempat Maya dan teman-temannya ngekos terseret arus Sungai Asahan. (fm)

  • Linkedin
Loading...