Menu

Bocah 7 Tahun Dicabuli Ayah Tiri: Hancur Hati Ini Cucuku Digituin

  • Linkedin
Perdana Ramadhan
Sop (tengah) ditemani rekannya membawa korban ke Mapolres Asahan untuk melaporkan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri korban.

MetroTabagsel.com – Kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi. Kali ini menimpa SA, bocah berusia 7 tahun yang diduga dicabuli beberapa kali oleh ayah tirinya. Ditemani Sop (60) kakek korban, bersama ibu kandung dan tetangganya, langsung melaporkan kasus yang tak manusiawi itu ke Polres Asahan.

Entah apa yang ada dalam benak ayah tiri korban sehingga dia tega menodai bocah yang belum tau apa-apa itu. Sepanjang perjalanan dari rumahnya menuju Mapolres Asahan, Sop terus menyimpan dendam amarah seakan tak percaya melihat kenyataan yang terjadi pada cucu kesayangannya itu.

“Keputusan saya ini sudah bulat. Ini akan dilaporkan ke polisi biar dia dipenjara,” kata Sop sambil menunggu hasil visum korban ditemani petugas Polres Asahan dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Asahan, Awaluddin.

“Tadi sudah dari sana (Polres) kami. Cuma pak polisi itu bilang ini harus visum dulu, biar jelas buktinya,” kata Sop lagi.

Dengan wajah penuh emosi, sambil menunggu hasil visum, Sop pun menceritakan awal mula pengakuan cucunya itu kepada awak media. Bermula saat dirinya rindu dengan sang cucu dan berniat menjemput korban dari rumah orangtuanya untuk bermain ke kediamannya (rumah sang kakek).

Sopian memang sangat menyayangi cucu perempuannya itu. Kemudian,  ia curiga dan bertanya kepada korban mengapa ia kalau berjalan seperti menahan sakit. Tak tahan ditanyai sang kakek, korban kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya.

“Hancur hati saya sebagai kakek melihat cucu saya digitukan. Dimana akal sehatnya. Apa dia masih manusia itu. Menurut cucu saya, pelaku sudah dua kali melakukan itu. Pertama di ruang tamu. Kedua di dapur rumah sekitar dua minggu lalu,” kata kakek korban dengan raut wajah yang sangat sedih.

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Anak, Awaluddin ikut mendampingi korban dan kakeknya hingga ke Mapolres Asahan.

“Persoalan pencabulan terhadap anak kembali terjadi. Kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika benar dilakukan oleh orang dewasa dalam hal ini ayah kandungnya, harus segera diproses secara hukum agar tidak semakin banyak korban,” ujarnya.

Sekitar empat puluh lima menit berada di RSUD HAMS membuat visum, kakek korban kemudian berangkat menuju Polres Asahan untuk melaporkan kejadian yang menimpa cucunya itu.

Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Asahan Ipda Nani membenarkan terkait adanya salah seorang warga yang melaporkan kejadian pencabulan tersebut.

“Iya ini masih dalam proses penyidikan dan sedang kita tindaklanjuti kebenarannya,” ujarnya singkat.

Dua Kali Dicabuli
Sementara korban saat ditanyai wartawan membenarkan apa yang disampaikan kakeknya tersebut. “Ia, dua kali di ruang tamu malam hari, besoknya siang di dapur. Ayah lagi mabuk,” ujar bocah kelas 1 SD itu.

Namun ketika masalah ini ditanyakan kepada ibu korban mengaku tidak tahu dan terkesan berbelit-belit. “Saya tidak tahu. Kerjaan saya banyak. Mencuci, menjaga si kecil (adek tiri korban),“ ujarnya lalu pergi. (per/fm)

  • Linkedin
Loading...