Menu

Panas Kali Mak, Kayak Mananya Wajahku Ini…

  • Linkedin
DIRAWAT- Korban saat menjalani perawatan, Rabu (2/3) malam. Wajahnya melepuh setelah disambar api saat merendam tabung gas elpiji 3 kg di warung makan, Jalan Mangga, Psp Utara.
Samman Pohan/Metro Tabagsel

METROTABAGSEL.COM, SIDIMPUAN – Naas dialami Lanang (19), karyawan rumah makan di Jalan Mangga, Padangsidimpuan Utara. Wajah, tangan dan kakinya melepuh setelah disambar api yang berasal dari tabung gas elpiji 3 kg yang sebelumnya diduga bocor.

Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan gempa yang berlangsung di Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (2/3) malam. Begini ceritanya. Malam itu, Lanang dan pemilik warung, Tresno hendak memasang tabung gas ke regulator. Akan tetapi, gas tetap menguap meski pentil tabung telah tersambung ke alat penyalur isi gas.

Khawatir terjadi sesuatu, mereka kemudian membawa tabung gas ke tempat yang masih tertutup dan selanjutnya tabung gas berwarna hijau itu dimasukkan ke dalam ember berisi air.

Namun, tiba-tiba api menyambar hingga terjadi letupan kecil, lalu membakar wajah, tangan dan kaki Lanang. Lanang sendiri merupakan warga Pudun Jae, Kecamatan Psp Batunadua.“Nggak tau dari aman asal api. Yang kita tahu, awalnya kita menduga kalau tabung itu sudah bocor. Hal itu kita ketahui saat menyambungnya ke regulator. Meski tersambung, tapi masih mengeluarkan gas. Makanya kita rendak ke air. Namun, tiba-tiba api menyambar. Kita nggak tahu darimana asal api itu, atau mungkin ada yang merokok lalu meletup dan beginilah jadinya. Kejadian itu pas gempa tadi malam lah, mas,” terang Tresno, kemarin.

Tresno sendiri merasakan panasnya semburan api tersebut. Namun tidak separah yang dialami Lanang.“Aku tak apa-apa, hanya merasakan panasnya saja. Si Lanang yang parah. Makanya dia langsung dibawa berobat ke RSUD Psp. Karena wajah, tangan dan kakinya melepuh karena semburan api itu,” ujarnya.

Merintih Menahan Sakit
Sementara itu, Lanang terpaksa dirawat di RSUD Padangsidimpuan. Dia merintih kesakitan menahan panas akibat semburan api dari tabung gas elpiji 3 kg tersebut.

“Panas kali, Mak. Kayak Mananya wajahku ini, Mak,” ujar Lanang, menahan sakit yang kini sedang dalam perawatan. Rintihan itu disampaikan korban saat ia dikunjungi seorang wanita.

Hanya saja, menurut dokter yang menangani korban, dr Anita mengatakan, luka bakar yang dialami korban tidak begitu fatal karena hanya kulit bagian luar yang melepuh.

Sempat Geger
Begitu peristiwa ini terjadi, sempat membuat warga geger. Khususnya para pengunjung yang sedang makan maupun membeli nasi di warung itu tiba-tiba berhamburan ke luar, begitu melihat semburan api tersebut. Namun, hal itu segera diatasi setelah tabung gas elpiji disingkirkan. (mag-01)

  • Linkedin
Loading...