Lukman Hakim Dalimunthe Mendirikan Perpustakaan Rakyat

Bagikan:
Lukman Hakim Dalimunthe

SIDIMPUAN – Lukman Hakim Dalimunthe, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jambi. Ia dulu mengenyam pendidikan di SDN 101830 Trans Pir Sosa 1 A, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Pondok Pesantren Modern Baharuddin Janji Mauli Muara Tais, Tapanuli Selatan.

“Hidup untuk mengabdi! Selagi berjiwa muda memang harus eksis dalam bidang sosial untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sekitar kita,”ucap Lukman saat diwawancarai Harian Metro Tabagsel beberapa waktu lalu.

Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mendirikan Lembaga Pers Mahasiswa Islam, dan Perpus Rakyat Jambi.

Saat itu jugalah mengikuti basic training Himpunan Mahasiswa Islam dan belum lama ini juga mengikuti training Nasional Lembaga Pers Mahasiwa Islam Cabang Ciputat.

Baginya, mencintai dunia literasi adalah tantangan, di mana harus memperjuangkan sesuatu tanpa mengeluh agar pencapaian yang diinginkan terwujud.

“Alhamdulillah, saya pernah juara 2 Fahmil Quran se-Kabupaten Tapanuli Selatan yang diadakan UMTS 2011, juara kelas dan juara umum 3 Madrasah Tsanawiyah (2010-2013), olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten 2012-2014,” kata Lukman laki-laki kelahiran 3 November 1998 ini.

Semasa sekolah Lukman memang termasuk siswa yang suka membaca. Menjadi seorang santri merupakan tantangan yang tidak mudah dalam mengarungi hari demi hari sampai studi selesai. Berbicara tentang kedisiplinan dan kebersamaan selalu menjadi bingkai utama sampai memasuki bangku kuliah juga terus menapaki perjuangan yang hendak dituju.

“Saya terus belajar dan tak pernah merasa puas. Kunci dari sebuah kesuksesan berawal dari membaca untuk memahami beberapa kajian dan pastinya tidak lupa senantiasa berdoa kepada yang memberi rezeki. Di sela-sela kesibukan aktif menulis dan beberapa karya yang diterbitkan oleh media cetak dan online lokal,” jelasnya.

“Menjadi Direktur Utama Lembaga Pers Mahasiswa Islam cabang Jambi tidaklah mudah dalam mengoperasikannya tentu kerja keras dan atas bantuan teman-teman sebagai kekuatan. Sebelum perpus rakyat berdiri saya mengalami kegundahan diakibatkan minimnya minat baca mahasiswa dan masyarakat di Provinsi Jambi. Setelah itu, saya mengajak 3 teman saya dan menentukan visi dan misi untuk mendirikan komunitas literasi tepatnya pada tanggal 17 November 2017 silam,” kata Anak ketiga dari empat bersaudara Pasangan Yusuf Dalimunthe dan Herawaty Siregar.

Tak seberapa lama perpus rakyat berdiri di tempat biasa, ia dan timnya nongkrong kali pertama melapak. Saat itu, bahan bacaan perpus rakyat hanya memiliki kurang lebih 50 buku dari buku pribadinya. Seiring berjalannya waktu perpus rakyat memiliki ratusan buku yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Buku-buku tersebut terkumpul dari beberapa sumbangan teman, masyarakat yang datang ke lapak baca perpus rakyat. Berharap, melalui perpus rakyat sedikit demi sedikit menuju masyarakat madani.

“Uniknya, saya mengenal banyak orang bagaimana mereka membaca, memahami isi buku tersebut sembari bertukar pikiran. Sebagai makhluk sosial dan sesuai amanat UUD mencerdaskan kehidupan bangsa salah satunya melalui membaca, meskipun terkadang terkendala finansial ketika ingin menambah stok buku, peralatan lapak baca,” sebutnya.

“Dulu pernah juga ketika melapak baca gratis hampir digusur oleh Satpol PP. Tentu saja mimpi saya ingin menjadikan Provinsi Jambi sebagai daerah literasi tak kunjung redup bahwa hal ini menjadi pundi-pundi lelah menjadi lillah,” ungkapnya.

Anak Bangsa muda-mudi di manapun berada, khususnya masyarakat tetaplah membudayakan membaca karena dengan begitu akan mengetahui peradaban serta tidak meninggalkan sejarah yang ada. Perpus rakyat memiliki akun facebook (Perpus Rakyat) dan Instagram (perpusrakyat) dan jika berkenan menyumbangkan buku bisa dikirim langsung.

Selain itu Lukman juga telah memulai usaha kecil-kecilan berupa toko buku dan marcendes di Instagram @komburbookstore dan @komburclothing yang nantinya juga akan membantu dalam pengembangan perpus rakyat Jambi sesuai yang diharapkan.

“Terima kasih kepada orang tua tercinta yang telah memberikan banyak makna, perjuangan dan pengorbanan semogag senantiasa Allah SWT Meridhoi,” ucapnya.

Selanjutnya, kepada keluarga besar Dalimunthe, bang Ahmad Fahmi Dalimunthe, kak Lia Gustini Dalimunthe dan adik saya Syafrial Dalimunthe. Kemudian buat Nurul Fathiah Haroni atas dukungannya telah mengajarkan sesuatu yang bermakna.

“Para guru dan dosen yang terus menjadi inspirasi dalam manisnya perjuangan ini, begitu juga sahabat seperjuangan yang tak dapat disebut satu persatu,” pungkas Lukman yang tinggal di Trans Pir Sosa 1 A Kecamatan Huta Raja Tinggi Kabupaten Padang Lawas. (bsl)

Bagikan: