Menu

Gugatan Wanprestasi Dr Saipul M Siregar Dikabulkan

  • Linkedin
Ilustrasi

SIDIMPUAN – Gugatan Wanprestasi Dr Saipul M Siregar SH MA terhadap Hj Syarifah Hasibuan di Pengadilan Negeri Medan Kelas I A, dikabulkan.

Putusan Pengadilan Negeri Medan ini tertuang dalam nomor 704/Pdt.G/2017/PN-MDN tanggal 10 Juli lalu. Atas putusan ini, pihak Kuasa Tergugat (Hj Syarifah Hasibuan) mengajukan upaya hukum Banding pada tanggal 17 Juli 2018 dengan Akta Banding nomor : 110/2018.

“Gugatan ini bermula dengan adanya kesepakatan Perjanjian Penanganan Perkara antara Dr Saipul M Siregar SH MA dengan Hj Syarifah Hasibuan, yaitu tentang pengurusan kepentingan Hukum Hj Syarifah Hasibuan atas harta gono gini-nya dengan mantan suaminya H BP Ritonga yang belum selesai. Hj Syarifah Hasibuan meminta bantuan hukum dari Dr Saipul agar bersedia mengurus dan menuntut hak-haknya selaku mantan istri yang berhak atas harta bersama antara dirinya dengan mantan suaminya H BP Ritonga setelah dia Hj Syarifah Hasibuan bercerai secara resmi pada tahun 2007,” kata Badia Raja dan Erwinsyah SH I selaku Kuasa Hukum Dr Saipul, kepada Harian Metro Tabagsel, beberapa waktu lalu.

Kemudian, kata Badia Raja, Hj Syarifah Hasibuan menyampaikan keluh kesahnya dalam rangka untuk mengajukan tuntutan dan gugatan dia sendiri tidak memiliki biaya dan meminta kepada Dr Saipul agar dapat membantu mendahulukan pembiayaan dengan perjanjian biaya-biaya tersebut akan dikembalikan setelah tujuan gugat tercapai.

“Setelah itu disepakatilah Perjanjian Penanganan Perkara antara Hj Syarifah Hasibuan dengan Dr Saipul yang tertuang dalam Akta nomor 43 yang diperbuat di hadapan Notaris Mauliddin Shati SH,” paparnya.

Dalam isi perjanjian itu, masih penyampaian Badia Raja dan Erwinsyah, Dr Saipul menyatakan bersedia untuk membiayai perkara dan mengurus perkara sampai tuntas. Akan tetapi Hj Syarifah Hasibuan harus memberikan kepercayaan penuh sehingga Hj Syarifah tidak diperkenankan untuk mencabut kuasa dari Dr Saipul tanpa persetujuan. Kemudian ada juga perjanjian lawer fee, operasional fee dan success fee sebesar 15 persen dari seberapapun yang diperoleh dari hasil putusan Pengadilan atau dari perdamaian.

“Dr Saipul kuasa dari Hj Syarifah Hasibuan saat itu mengajukan gugatan harta bersama atas nama Hj Syarifah Hasibuan melalui Pengadilan Agama Padangsidimpuan Kota sebagaimana terdaftar dalam register perkara No : 0048/Pdt.G/2016/PA-PspK.

Demikian selanjutnya bahwa perkara tersebut telah diperiksa dalam rentang waktu kurang lebih 20 bulan, dan belum putus karena para tergugat sering mengabaikan persidangan dengan tidak hadir. Sehingga majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut mewajibkan yang bersangkutan (tergugat-tergugat) harus dipanggil kembali. Pada akhir 2017, saat agenda pembuktian salah seorang tergugat E EL Ritonga telah mengajukan bukti berupa akta perdamaian antara Hj Syarifah Hasibuan dengan tergugat-tergugatr dan turut tergugat dalam perkara nomor 0048 yang sedang diperiksa di Pengadilan Agama Padangsidimpuan tanpa sepengetahuan Saipul M Siregar selaku Kuasa Hukum Hj Syarifah,” tuturnya.

Seterusnya, masih penyampaian Badia dan Erwinsyah, pada Bulan Oktober 2017, Hj Syarifah melalui anaknya M Shiddiq Ritonga tiba-tiba datang mengantar surat pencabutan kuaswa dari Dr Saipul berikut dengan melampirkan akta perdamaian yang dilakukan antara Hj Syarifah Hasibuan dengan para tergugat dan turut tergugat dalam perkara perdata No 0048 di Pengadilan Agama Padangsidimpuan Kota.

“Setelah mengetahui hal itu. Dr Saipul merasa harkat dan martabatnya diabaikan, maka Dr Saipul menempuh jalur hukum mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Medan Kelas I A Khusus. Dan telah mengabulkan gugatan penggugat Dr Saipul M Siregar SH yang salah satu amar putusannya menghukum para tergugat Hj Syarifah untuk membayar success fee sebesar Rp15 persen dari Rp7.000.000.000 atau sebesar Rp1.050.000.000 kepada Dr Saipul M Siregar secara tunai,” pungkasnya. (bsl)

  • Linkedin
Loading...