Menu

Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Jalinsum

  • Linkedin
Samman Siahaan
Polisi olah TKP dan evakuasi serta pemeriksaan luar oleh dokter di kamar intalansi pemulasaraan jenazah RSUD Kota Psp, Kamis (9/8).

SIDIMPUAN – Seorang pria ditemukan tewas di tepi Jalan Lintas Sumatera Raja Inal Siregar, Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp. Hingga kemarin, mayat pria itu belum diketahui identitasnya.

Saat ditemukan, mayat mengenakan sweater biru tua dan kaos dalam berwarna serupa. Diduga, mayat itu merupakan tuna wisma. Sebab, beberapa waktu terakhir ini, banyak yang menyaksikan pria yang diperkirakan berusia 40-an tahun mondar-mandir di pinggiran jalan kawasan Tanggal itu.

“Tunawisma itu, karena beberapa warga di sini juga banyak yang melihat laki-laki sering mondar-mandir, seperti orang tak waras di pinggir-pinggir jalan ini,” kata Sabar, warga Sitamiang, Psp Selatan yang juga berdekatan dengan kawasan itu.

Dugaan tuna wisma dan orang tak waras diperkuat dengan kondisi pakaian yang kumal, kalung mainan di leher, cincin mainan berwarna biru di jari manis kiri, dan puntung rokok sebanyak 15 batang di kantong celananya. Serta satu tongsis.

Polsek Batunadua bersama Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Kota Psp pun telah malakukan identifikasi dan memeriksa tubuh korban, tidak menemukan adanya bekas luka penganiayaan yang dapat menyebabkan kematian.

Pun demikian dari pemeriksaan luar oleh dokter RSUD Kota Psp, di Kamar Intalansi jenazah tidak ada bekas luka atau penganiayaan.
“Saat ini mayat tersebut masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan. Kita berharap kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan mengenalinya untuk menghubungi Polres Padangsidimpuan,” pesan KBO Satreskrim Polres Kota Psp, Ipda Irsan Harahap.

Dan, Jumat (10/8) kemarin, tubuh kaku itu masih berada di pembaringan kamar Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD Kota Psp. Aroma menyengat mulai mencuat ke luar bangunan hingga radius 2 meter dari dinding. Sementara Mortuary Cabinet atau lemari pendingin mayat di kamar itu diketahui tidak berfungsi lagi.

Aroma jenazah yang membusuk sudah sering ‘meneror’ pasien dan pengunjung yang berdekatan dengan kamar mayat di rumah sakit ini. Bahkan keluhan itu sudah sering disampaikan ke pihak direksi rumah sakit yang dicanangkan sebagai rujukan ini.

Sangat disayangkan, tatkala Metro Tabagsel mencoba menelusuri alasan dan jawaban dari direksi RSUD Kota Psp bagian pelayanan di Jalan FL Tobing. Seorang perempuan setengah tua dengan tiba-tiba membanting pintu ruangan bagian pelayanan itu dan menguncinya dari dalam. Dari luar, tampak 3 orang di dalamnya, tanpa respon.

“Tidak ada yang bisa bertemu disini,” ketusnya dengan menekuk wajah. (san)

  • Linkedin
Loading...