Penerimaan CPNS Palas Diduga Sarat Permainan

Bagikan:
ZAL melaporkan persoalan penerimaan CPNS yang diduga sarat permainan ke DPRD Palas, Kamis (9/1).

PALAS – Pemkab Palas melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia resmi mengumumkan peserta CPNS yang lulus, Rabu (8/1) kemarin. Ada sebanyak 264 formasi CPNS tersebut yang diumumkan.

Proses penerimaan yang cukup panjang dan bersih murni terhadap CPNS yang serentak hampir merata di daerah ini ternyata tak sepenuhnya mulus. Kuat dugaan penerimaan CPNS di Palas sarat dengan permainan.

Pasalnya, tes ujian SKB yang semestinya penentu kelulusan, tidak berlaku di Palas. Malah yang diluluskan merupakan peraih nilai peringkat dua dengan nilai 250, sedang peraih nilai peringkat pertama nilai 259 tidak lulus.

Artinya, Badan kepegawaian dan SDM Pemkab Palas menyatakan peringkat kedua atas nama Dermaga Lubis tersebut sebagai peserta yang lulus menempati formasi guru di Desa Siundol Jae. Dengan alasan prioritas putra daerah kategori di daerah terpencil sesuai Permenpan RB nomor 36.

Kepada Metro Tabagsel, Kamis (9/1) peraih peringkat pertama atas nama Zainul Arifin Lubis didampingi komisi A DPRD Palas membeberkan kejanggalan-kejanggalan terkait perlakuan penerimaan CPNS di Palas.

Pada prinsipnya Desa Siundol Kecamatan Sosopan yang dikategorikan daerah terpencil sengaja dibuat alasan untuk memenangkan Dermaga Lubis.

Padahal, DL tercatat sebagai warga Hutaibus Kecamatan Lubuk Barumun, dan ZAL tercatat sebagai warga Sosa, sama-sama bukan warga Kecamatan Sosopan.

Belakangan muncul nama DL sebagai warga Desa Siundol Jae Kecamatan Sosopan yang dibuktikan dengan munculnya KK baru diserahkan tertanggal 11 Desember lalu. Sementara ujian SKB terakhir pada tanggal 8 Desember.

Data ini seolah disulap, menandakan DL warga desa formasi yang dibutuhkan itu. Dan selanjutnya ini alasan landasan pihak Badan kepegawaian pemkab palas memenangkan DL.

“Alasannya, itu daerah terpencil. Sesuai permenpan RB nomor 36 harus memprioritaskan putra daerah. Dan si DL ini datang sama kita membawa berkas yang menandakan dia orang Siundol Jae. Ini sudah kita tanyakan ke Kementerian, boleh katanya,” terang Idham Pulungan selaku Kepala yang membidangi saat dikonfirmasi.

Sementara menurut komisi A DPRD Samson Fareddy Hasibuan didampingi Raja Parlindungan Nasution Sosopan tidak termasuk kategori daerah terpencil, jika itu alasan BKD memenangkan DL. Kategori daerah terpencil sebagai prioritas menerima putra daerah sesuai permenpan RB itu harus disertai keputusan menteri kesehatan dan pendidikan sesuai permenpan RB tersebut.

“Dengan kejadian ini, kuat dugaan ada permainan kotor terhadap penerimaan CPNS di Palas. Curang sengaja dihalalkan,” tukas Samson dan Raja.

Laporan yang bersangkutan ZAL ke DPRD ini sudah masuk agenda yang akan dirapatkan Komisi A. Selanjutnya persoalan ini akan dibawa ke Kemenpan RB.

“Paling lambat sebelum tanggal 19 Januari ini, ini sudah harus ada hasil dari kemenpan RB. Dan kita duga, hampir semua formasi dipermainkan,” tegas Raja. (tan)

Bagikan: