Paksa Kepala Sekolah Berikan Uang Ditetapkan Tersangka, Oknum LSM Ditahan

Bagikan:
Barang bukti uang sebanyak Rp7 juta, ID Card, Handphone dan Satu unit mobil Toyota Avanza yang diamankan polisi usai menangkap IMH, oknum salah satu LSM yang diduga melakukan pemerasan kepada sejumlah Kepala Sekolah di Palas.

PALAS – Satreskrim Polres Tapsel resmi menahan IMH (36) warga Pasar Sibuhuan, Barumun, Pasanglawas (Palas). Oknum salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini disangkakan memaksa sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Palas untuk memberikan uang.

“Statusnya sudah kita tetapkan sebagai tersangka, dan sudah kita lakukan penahanan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Alexander Piliang, Rabu (9/1).

Modus yang dilakukan, kata Kasat, memaksa sejumlah Kepala Sekolah di Palas untuk memberikan uang kepada tersangka.

Sebelumnya, Tim Opsnal Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mengamankan satu orang warga berinisial IMH (36) warga Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Padanglawas (Palas), Senin (7/1) kemarin. Pria yang diketahui berprofesi di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang korupsi ini diduga melakukan pemerasan kepada sejumlah Kepala Sekolah di Kabupaten Palas.

Dari informasi yang didapat, IMH diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Tapsel usai meminta uang dari beberapa Kepala Sekolah.

Dan perwakilan Kepala Sekolah datang menemui IMH, lalu menyerahkan sejumlah amplop berisikan sejumlah uang kepada IMH di salah satu warung di Jalur Dua, Barumun Palas. Petugas yang sudah mendapatkan informasi, langsung turun ke lokasi dan mengamankan IMH berikut sejumlah amplop berisikan sejumlah uang.

Barang bukti yang ditemukan dari IMH yang diduga pihak kepolisian hasil pemerasan yaitu, Tiga Amplop berwarna putih berisikan uang sebanyak Rp7 juta, satu ID Card (milik IMH), Satu Buah Handphone dan Satu Unit Mobil Innova yang digunakan IMH.

Setelah mengamankannya, petugas langsung memboyong IMH ke Mapolres Tapsel di Kota Padangsidimpuan untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan.

Diduga kuat, motif minta duit kepada Kepala Sekolah di Pemkab Palas tersebut berkaitan dengan penggunaan dana bos di sejumlah sekolah.

“Infonya sudah sering dan terlalu sering, modusnya lewat surat konfirmasi yang ditujukan ke sekolah-sekolah mengenai penggunaan dana bos. Dan pihak sekolah lewat Kepala Sekolah yang takut ada yang memberikannya. Karena sudah gak tahan lagi, makanya dilapor ke polisi,” pungkas beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut. (yza)

Bagikan: