Serapan Dana Desa Belum Rampung

Bagikan:
Ilustrasi

PALAS – Menjelang akhir tahun 2018 ini, serapan dana desa belum sepenuhnya rampung. Diperkirakan sudah ada 80 persen kwitansi yang dikeluarkan Dinas Pemerintahan dan Masyarakat Desa Pemkab Palas. Namun tak diketahui pasti, sudah berapa desa yang dicairkan.

Menurut Kabid Pemdes Imron Siregar kepada Metro Tabagsel, Kamis (27/12) menyebutkan ada sejumlah desa lagi yang tak menyerahkan berkas pengusulan tahap III. Masing-masing desa Manombo Kecamatan Barumun Tengah yang sama sekali tak ada pencairan di 2018 ini. Dan desa Hutabara Kecamatan Sosopan yang baru pengusulan pencairan tahap II.

Di samping itu ada dua desa juga yang pengusulan tahap III ditolak. Sebabnya dikarenakan pajak sebagai persyaratan kelengkapan berkas pengusulan tidak dibayarkan.

“Satu desa Botung kecamatan Batang Lubu Sutam, dan satu lagi desa Parannapa. Dan kini sudah masuk berkasnya ke Pendapatan,” kata Imron Siregar.

Dikemanakan Dana Desa? Pemdes Tak Tahu Menahu

Terkait banyaknya kejanggalan-kejanggalan terhadap pengelolan dana desa di Kabupaten Palas ini, Dinas PMD hanya sebagai pembina saja. Perihal penggunaannya, itu tergantung kepala desa masing-masing.

“Tugas kita hanya membina saja, pengawasan tidak ada. Ke mana digunakan itu tergantung kepala desa,” sebut Imron.

Memang diakui Imron Siregar, persoalan kerap muncul di dana desa. Mulai dana tak tepat sasaran hingga keterlibatan perangkat desa yang tidak difungsikan.

“Susah juga kita mau bilang apa, karena yang mengelola kan desa,” akunya.

Di sisi lain, Pemdes juga tidak tahu menahu berapa kali Bimtek perangkat desa yang dianggarkan di dana desa. Menurut info yang diterima, masih ada kegiatan bimtek yang belum dilaksanakan desa.

“Kalau bimtek itu tergantung desa masing-masing. Mungkin ada sebagian desa yang menganggarkannya. Kita tidak tahu beraoa kali mereka mengadakan bimtek,” tukas Kabid Pemdes ini. (tan)

Bagikan: