Razia Pekat, Pakter Masih Marak di Palas

Bagikan:
Ilustrasi

PALAS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Polsek Barumun menggelar razia pekat, Selasa (27/11). Pakter dan kafe-kafe jadi sasaran razia pekat ini.

Dari sejumlah pakter dan kafe, petugas satpol PP dan polisi menyita barang bukti minuman Tuak dan minuman bir botol. Barang bukti ratusan minuman botol dan puluhan jerigen tuak ini selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP.

Amatan Metro Tabagsel, razia itu dimulai dari Desa Pancaokan Kecamatan Lubuk Barumun. Di kafe milik Intisari Hasibuan, menemukan jerigen berisi tuak dan minuman botol.

Lalu berlanjut ke warung Yanti br Siregar dan Rustam Sikumbang di Tanjung Baringin. Dari dua lokasi yang berjarak kisaran 1 kilometer di belakang kantor DPRD Palas ini, juga disita tuak dalam jerigen dan bir botol.

Kemudian berlanjut ke Kampung Saroha di pakter milik Susi dan Siti Sundari. Di dua lokasi berdekatan ini, petugas hanya menyita minuman dari pakter Siti Sundari. Sedang pakter milik Susi ditinggal kosong, tak berpenghuni.

Selanjutnya di Desa Tano Bato milik Tajuddin Dalimunthe. Warung yang disulap menjual tuak dan minuman keras. Awalnya Tajuddin mengaku tak menjual miras lagi. Setelah dicek hingga ke semak-semak, petugas mendapati satu jerigen tuak, dan belasan minuman bir botol.

Beranjak dari Tano Bato, berlanjut ke jalur dua Sisupak. Di kafe milik Gunawan, tak ada menemukan apa-apa. Kafe ini seolah kosong penghuni.

Sementara di kafe milik Borreg, petugas juga menemukan tuak dalam jerigen dan bir. Selain itu, Sindi Boru Hutagalung (19) warga Sibolga turut terciduk ketiduran di pakter milik Borreg Jalur dua Sisupak itu.

Dari pengakuan Sindi, hanya bertugas sebagai pelayan menyuguhkan minuman buat pelanggan. Sindi yang tak bisa menunjukkan KTP, langsung disuruh pulang ke kampungnya.

“Ini langsung kita suruh pulang ke Sibolga,” tegas Kasat Pol PP Ronny Syaiful.

Dari jerigen tuak yang disita, dominan jerigen warna biru. Masing-masing hanya dibedakan tulisan merk, yang diduga tanda alamat pemasok tuak. “Dan ini masih akan terus kita razia, apalagi kafe yang terkesan mempekerjakan pelayan wanita,” tukas Ronny yang turut andil memimpin razia tersebut. (tan)

Bagikan: