Minta Kelulusan Honorer K2 Dianulir

Bagikan:
Para CPNS melihat daftar hasil tes.

MetroTabagsel.com – Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan sebagian permohonan gugatan guru honorer terhadap Peraturan Menteri PAN-RB 36/2018 yang mengatur syarat rekrutmen CPNS 2018. Gugatan itu dipicu persyaratan usia maksimal 35 tahun untuk bisa mendaftar CPNS.

Menanggapi hal itu, Sekjen Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) M Nur Rambe mengatakan, poin pengabulan batas usia merupakan hal yang sama dengan gugatannya bersama kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra.

Dengan tidak ada lagi batas usia 35 tahun, Panselnas seharusnya menggugurkan seluruh guru honorer eks K-II dalam proses rekrutmen CPNS 2018.

“Kemungkinan besar gugatan kita juga dikabulkan sebab poinnya sama, tapi gugatan kita mungkin lebih spesifik. Jika dikabulkan MA, maka tindakan selanjutnya adalah panselnas harus menggugurkan seluruh guru honorer eks K-II yang diikutsertakan dalam ujian CPNS 2018 dengan kekhususan. Batal demi hukum,” ujarnya kepada JawaPos.com (Grup Koran Ini), Rabu (9/1).

Jika hal itu menuai keberatan dari para peserta tersebut, dia bahkan tak segan mengajak mereka untuk menggugat kembali Panselnas CPNS.

“Jika mereka yang sudah lulus eks guru K-II tadi keberatan, maka jangan benci kepada kami. Kami tidak menghukum mereka, maka dengan demikian silakan gugat lagi Panselnasnya karena yang kami gugat adalah hukumnya bukan eks K-II nya,” tegas Rambe.

Kemudian, untuk pelaksanaan rekrutmen selanjutnya harus ada perbaikan dalam regulasi. Sehingga, para tenaga honorer, khususnya guru, bisa mendaftar CPNS dengan perlakuan yang sama dengan para eks K-II.

“Kemudian lagi jika masalah usia untuk dapat diangkat jadi PNS dikabulkan MA, maka tahun depan seluruh tenaga honorer khususnya guru boleh ikut tes CPNS dengan mendapat perlakuan yang sama pada eks K-II atau yang diikutkan CPNS,” pungkasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum guru honorer Andi Asrun, menyampaikan rasa syukur atas dikabulkannya sebagian gugatan oleh MA. Andi optimistis gugatan yang dikabulkan MA terkait dengan batas usia bisa mendaftar CPNS.

“Seleksi CPNS sudah jalan, tetapi tidak diteruskan dan tidak diberlakukan untuk guru honorer,” katanya. Sebab, landasan hukum pelaksanaan CPNS 2018, yakni Peraturan Menteri PAN-RB 36/2018, sudah dikoreksi MA.

Andi menegaskan, jika Kementerian PAN-RB tetap melanjutkan seleksi CPNS 2018, mereka bisa disebut melanggar hukum. ”Kami minta pemerintah meninjau ulang batasan usia tersebut. Khusus untuk pelamar guru honorer,” katanya.

Menurut dia, bagi pelamar CPNS yang baru bekerja atau fresh graduate, tidak masalah batas usia maksimal 35 tahun itu diberlakukan.

Namun, bagi para guru honorer yang sudah bertahun-tahun menjadi guru, pembatasan usia maksimal tersebut tidak adil.

Dia menegaskan, dengan keluarnya putusan MA tersebut, pemerintah harus merevisi ketentuan rekrutmen CPNS 2018. ”Berikan akses yang seluas-luasnya bagi para honorer untuk menjadi CPNS,” ujarnya. (jp)

Bagikan: