Calhaj Bisa Cetak Visa Sendiri

Bagikan:
Petugas Kemenag Jakarta sedang memverifikasi data untuk pembuatan visa jamaah haji.

MetroTabagsel.com – Satu lagi kemudahan yang diberikan pemerintah kepada para calon jamaah haji (CJH). Mulai tahun ini, para jamaah bisa memeriksa sendiri apakah visa haji mereka sudah terbit. Bukan itu saja. Para jamaah bahkan bisa langsung mencetak sendiri visa mereka.

Kepala Seksi Pemvisaaan Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Jauhari menerangkan, jamaah yang ingin mengetahui status visanya bisa masuk kewebsite milik kementerian luar negeri.

Situs tersebut memiliki beberapa fitur terkait pembuatan visa. “Pilih kolom nomor paspor, isi, lalu ketik nama depan jamaah sesuai yang tertera dalam paspor,” terang Jauhari di Kantor Kemenag, Jakarta, kemarin. Jika nomor paspor dan nama depan benar, akan muncul beberapa kolom yang harus diisi oleh jamaah haji. Setelah semua kolom diisi, secara otomatis akan muncul visa yang siap di-print.

“Mau diprint 10 atau 50 lembar boleh, semuanya asli dan resmi,” jelasnya.

Dia menerangkan, sebenarnya saat ini sudah berlaku sistem visa elektronik. Dengan sistem tersebut, semua data jamaah bisa diakses secara online. Namun, petugas imigrasi Arab Saudi masih sering menanyakan bukti fisik visa jamaah.

“Nah, jika sudah nge-print, jamaah bisa langsung menunjukkan fisik visa kepada petugas imigrasi Arab Saudi yang menanyakannya,” terangnya. Dengan demikian, fasilitas baru tersebut akan memudahkan jamaah dalam proses pemeriksaan administrasi di Arab Saudi.

Dia menerangkan, fasilitas tersebut hanya bisa diakses oleh jamaah yang proses pembuatan visanya sudah di-approve. Saat ini, kemenag sedang mengebut penyelesaian visa. Menurut Jauhari, dalam kondisi normal, Kemenag bisa memproses 10 ribu sampai 15 ribu pengajuan visa perhari.

“Tapi kan ada step by step, ada tahapan-tahapannya,” katanya. Apalagi, pengiriman berkas persyaratan visa dari daerah tidak bisa dilakukan sekaligus. “Itu terkait dengan jadwal pelunasan biaya haji, pembentukan kloter, dan beberapa hal lain yang butuh waktu. Kalau berkas lengkap dan dikirim ke kami, tentu penyelesaiannya akan kami kebut,” bebernya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada dua masalah penting yang sering terjadi dalam pembuatan visa. Pertama, nama jamaah yang tercantum di setoran awal tidak sama dengan paspor. Untuk kasus seperti ini, kemenag provinsi atau kota/kabupaten harus melakukan verifikasi ulang. Caranya dengan memanggil jamaah yang bersangkutan bersama sejumlah saksi. Tujuannya untuk memastikan bahwa nama tersebut benar-benar orang yang sama. Jika proses verifikasi beres, kemenag di daerah harus mengirim surat keterangan ke kemenag pusat. Isinya tentang pernyataan bahwa jamaah tersebut benar-benar sesuai dengan data kemenag. Surat keterangan itulah yang akan menjadi dasar untuk proses pembuatan visa selanjutnya. “Nanti nama yang kami jadikan acuan adalah nama yang tercantum di paspor,” jelasnya.

Problem kedua, lanjut Jauhari, jamaah yang memiliki paspor terbitan lama. Biasanya, sistem scan dalam aplikasi e-Hajj tidak bisa membaca kode-kode yang tercantum di paspor lama. Padahal, petugas kemenag di Jakarta tidak memiliki fasilitas untuk melakukan input data secara manual. Jika hal itu terjadi, petugas kemenag terpaksa menghubungi operator aplikasi e-Hajj di Jeddah. “Kami akan meminta agar mereka membuka fasilitas input data secara manual,” jelasnya.

Kemenag Terbitkan 15 Ribu Visa

Dua minggu menjelang keberangkatan jamaah haji kloter pertama, Kementerian Agama (Kemenag) semakin disibukkan dengan segala persiapan akhir. Mulai mengurus visa jamaah, katering, hingga finalisasi akomodasi dan transportasi di Arab Saudi.

Kasubdit Dokumen Haji Kemenag Nasrullah Jassam menjelasan, hingga kini ada lebih dari 145 ribu paspor yang visanya mulai diproses. Untuk jamaah yang akan berangkat pada kloter awal, visa mereka sudah diajukan ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Hingga kemarin, sudah lebih dari 2 ribu visa milik jamaah haji yang beres. “Tentu jumlahnya akan terus bertambah setiap hari,” terangnya.

Tahapan penerbitan visa dimulai dengan verifikasi dokumen. Setelah itu, dilakukan permohonan visa dan grouping kloter. Hingga kemarin, sudah lebih dari 120 ribu jamaah atau sekitar 280 kloter yang di-grouping.

Jelang Keberangkatan Jamaah Haji, Kemenag Terbitkan 15 Ribu Visa

Proses pengurusan visa diharapkan tuntas sebelum jadwal keberangkatan jamaah haji. Kemenag optimistis proses visa bisa selesai sesuai jadwal. Sebab, Kedubes Arab Saudi bisa memproses 10-15 ribu visa dalam sehari. Kemenag juga berharap kanwil Kemenag provinsi segera mengirim berkas visa. Sebab, Kemenag telah menerbitkan surat edaran pengiriman visa tersebut pada Desember tahun lalu.

Kemenag juga mematangkan persiapan katering. Kasubdit Katering Haji Abdullah Yunus menjelaskan, para jamaah dipastikan menerima layanan katering 75 kali selama di Arab Saudi. Jumlah itu lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya 60 kali. “Sebanyak 40 kali makan di Makkah, sekali di bandara, 18 kali di Madinah, dan 16 kali saat puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina atau Armina,” terang Abdullah.

Dia mengingatkan jamaah haji agar tidak perlu lagi membawa bekal bahan makanan terlalu banyak selama di Tanah Suci. Sebab, peningkatan layanan katering tahun ini sangat signifikan.

Dengan rata-rata dua kali makan sehari, kata Abdullah, layanan katering hampir mencapai 90 persen dari masa tinggal jamaah di Arab Saudi. “Jamaah hanya lima hari tidak mendapat layanan katering, yaitu pada 5-7 Zulhijah serta 14-15 Zulhijah,” terangnya.

Abdullah mengingatkan jamaah agar tidak menunda makan saat layanan katering sudah diterima. Paket katering harus dimakan sebelum batas waktu makan yang tertera pada kemasan. Dia menjelaskan, selama di Madinah, makan siang didistribusikan mulai pukul 10.00 sampai 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS). “Harapannya, sebelum zuhur sudah terdistribusi semua,” jelasnya. Untuk makan malam dibagikan mulai pukul 16.00 sampai 20.00 (WAS).

Di Makkah, makan siang didistribusikan pukul 08.00-11.00 WAS. Sedangkan makan malam dikirim ke pemondokan jamaah mulai pukul 17.00 hingga 21.00. Selama di Armina, makan pagi didistribusikan pukul 06.00-09.00. Makan siang 11.00-13.00 dan makan malam dikirim pukul 17.00-19.00.

Para jamaah juga tidak perlu khawatir dengan kondisi hotel di Arab Saudi. Kemenag telah menyiapkan 165 hotel bagi jamaah Indonesia selama di Makkah. Lokasinya tersebar di tujuh wilayah. Yakni, Jarwal, Misfalah, Raudhah, Mahbas Jin, Syisyah, Aziziah, dan Rei Bakhsy.

“Jarak terjauh (degan Masjidilharam, Red) 4.390 meter dan terdekat 900 meter,” jelasnya. Sebanyak 16 hotel, antara lain, disewa selama tiga tahun dengan sistem multiyear.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menjelaskan, tidak banyak pemilik hotel yang menawarkan sewa multiyear. Sebab, cara itu membuat keuntungan pemilik hotel tidak besar.

Menurut Sri Ilham, ada tiga syarat yang harus dipenuhi bagi hotel yang akan disewa secara multiyear. Pertama, kontrak hotel harus dilakukan dengan pemilik, bukan perantara. Kedua, harga berlaku flat selama tiga tahun. Ketiga, hotel harus berkinerja baik.

Sri Ilham menambahkan, jamaah haji tahun ini tidak perlu lagi membawa koper dari lobi ke kamar hotel. Sebab, koper akan diantar hingga ke kamar hotel mereka. “Tahun ini kita minta pemilik hotel menyediakan petugas angkut koper jemaah dari lobi ke kamar,” jelasnya. Pihak hotel juga akan menyediakan air mineral 1 liter per hari. (oni/c10/fat)

Bagikan: