Pendidikan Online di Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Bagikan:
Ilustrasi

MetroTabagsel.com, JAKARTA – Tingkat permintaan kebutuhan pendidikan online semakin meningkat setiap tahun di Indonesia.  Hal itu terlihat dari tren Indonesia yang menjadi negara dengan tren positif dalam industri pendidikan online (e-learning).

Indonesia bahkan menempati urutan ke-8 di seluruh dunia berdasarkan total market e-learning setiap tahunnya, yakni sebesar 25 persen.

Menurut data laporan Docebo.com, total market e-learning mencapai USD 51,5 miliar di tahun 2016 dengan angka pertumbuhan rata-rata per tahun 7,9 persen di seluruh dunia.

Sedangkan Asia memiliki total market USD 7,1 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun 17,3 persen.

Bahkan Indonesia menjadi salah satu negara yang mencatatkan total pertumbuhan market e-learning rata-rata sebesar 25 persen melebihi rata-rata di Asia dan seluruh dunia setiap tahunnya.

“Peluang bertumbuhnya bisnis e-learning di Indonesia sangat besar dan prospektif. Terlebih belum banyak penyedia jasa e-learning di Indonesia. Bagi para pelaku usaha yang sedang menggeluti bisnis ini perlu strategi yang matang agar dapat meraih peluang secara optimal,” kata CEO of WIR Group.Slingshot, and Chairman of DM ID Group Daniel Surya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/7).

Dijelaskan Daniel, Indonesia memiliki peluang yang menjanjikan di tahun 2017 karena diproyeksikan mengalami peningkatan e-learning market sejumlah USD 12,2 miliar.

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh label pendidikan online Squline, untuk meraup pangsa pasar e-learning yang lebih besar di Indonesia.

Berdasakan tren positif tersebut, ada beberapa catatan peluang yang baik untuk Indonesia.

Di antaranya Top 10 E-learning growth rate, Top 10 E-learning market revenue, dan Top 5 buyer of mobile e-learning (Docebo.com).

“Kami melihat kebutuhan kemampuan bahasa asing di Indonesia juga semakin meningkat setiap tahunnya. Kami melakukan riset sebagian besar siswa yang belajar bahasa asing memiliki problem jadwal belajar yang kurang fleksibel, terutama untuk para profesional muda. Inilah yang mendorong kami meluncurkan jasa kursus belajar asing secara online,” tutup CEO Squline, Tomy Yunus. (cr1/JPG)

Bagikan: