Jalan Longsor, Tiga Pekerja Luka-luka

Bagikan:
Jalan longsor di Aek Milas Kelurahan Tanobato, Kecamatan Panyabungan Selatan, yang menyebabkan tiga pekerja luka-luka.

PANYABUNGAN – Tingginya curah hujan yang melanda Mandailing Natal pada membuat ruas jalan Provinsi penghubung Panyabungan – Natal tertimbun longsor.

Longsor yang berada di titik Aek Milas Kelurahan Tanobato Kecamatan Panyabungan Selatan ini terjadi padi pada Rabu (7/11) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolsek Panyabungan Selatan, AKP Zulkarnain SH menyampaikan, akibat longsor tersebut membuat jalan Provinsi penghubung Panyabungan – Natal mengalami lumpuh total.

“Akibat longsor ini badan jalan Provinsi sepanjang 50 meter tertimbun material longsor sehingga arus lalu lintas kedua arah Natal-Panyabungan terputus,” katanya.

Dalam kejadian ini selain melumpuhkan arus lalulintas juga mengakibatkan tiga orang pekerja jalan PT SBN yang sedang makan mengalami luka-luka akibat tertimbun longsor tersebut.

“Selain menimbun jalan Provinsi, juga telah menimpa 1 Unit Warung milik Ismail. Yang saat itu di dalam warung itu ada 3 Orang karyawan PT. SBN sedang sarapan,” ujarnya.

“Ketiga pekerja yang sedang makan tersebut telah berhasil di selamatkan warga. Mereka hanya mengalami luka-luka saja,” jelasnya
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Mandailing Natal, Khairul Bahri Batubara menyampaikan hingga saat ini pihak PT. SBN yang dibantu oleh Dinas PUPR Madina sudah melakukan pembersihan material longsor dengan alat berat.

Jalan penghubung di Panyabungan Timur Tertimbun Longsor

Tingginya curah hujan yang melanda Kecamatan Panyabungan Timur pada Selasa malam (6/11) membuat sejumlah titik jalan di Kecamatan Panyabungan Timur tertimbun longsor.

Akibatnya para warga dari sembilan desa yang ada dikecamatan itu terpaksa berjalan kaki melewati jalan tersebut bila hendak kepasar Gunung Baringin.

Adapun longsor yang paling parah tetsebut berada dititik Sidolgi Kelurahan Gunung Baringin. Pada titik ini para warga dari Sembilan desa yakni Desa Tanjung, Tanjung Jae, Pagur, Ranto Natas, Pardomuan, Hutabangun, Sirangkap, Hutatinggi, Banjar Lancat dan Desa Aek Nabara terpaksa berjalan kaki menuju pasar Gunung Baringin yang kebetulan pada hari ini adalah hari pekan di Gunung Baringin.

Suluddin salah seorang warga Kelurahan Gunung Baringin kepada Antara, Rabu (7/11) menyampaikan, tingginya curah hujan pada Selasa malam ini di Kelurahan Gunung Baringin juga sempat merusak pagar Puskesmas Gunung Baringin sepanjang 20 meter dan menggenangi perumahan penduduk.

Selain itu longsor juga mengakibatkan beberapa badan jalan disepanjang jalan menunju ibukota Kecamatan tersebut banyak yang tertimbun material longsor.

“Mulai dari perbatasan Kecamatan Panyabungan dengan Panyabungan Timur banyak badab jalan yang tertimbun mateerial longsor,” ujarnya.

Ia menyebutkan, titik-titik badan jalan yang longsor tersebut adalah di titik Pintu Air, antara Desa tebing tinggi dan Dusun Sipangkal, Saba Atapang desa Parmompang.

“Untuk titik Saba Atapang longsornya tergolong banyak dan perlu mendapat perhatian dari dinas terkait,” ujarnya.

Dari pemantauan dilapangan saat ini sebuah alat berat dari Dinas PUPR Madina sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan pembersihan material material longsor. (ant/int)

Bagikan: