Diterjang Banjir, Jalinsum Putus

Bagikan:
Jalan Lintas Sumatera di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kotanopan, amblas akibat dihantam air sungai batang gadis, akibatnya arus lalu lintas putus total.

MADINA – Banjir di Kabupaten Mandailing Natal menyebabkan sejumlah wilayah terkena dampak. Pemukiman penduduk hancur, begitu juga dengan fasilitas umum seperti jalan dan sebagainya.

Banjir besar ini disebabkan hujan lebat mulai Rabu (7/11) siang hingga kamis (8/11) dini hari. Seperti terjadi di komplek STAIN Madina dan perumahan Vinago yang tak jauh dari komplek pendidikan STAIN Madina. Rumah warga dan fasilitas umum di sekitar komplek tersebut hancur diterjang derasnya air sungai Batang Gadis.

Pemukiman penduduk digenangi air. Warga, pelajar dan mahasiswa yang bertempat tinggal di komplek itu terpaksa diungsikan di gedung serba guna Desa Parbangunan.

Lalu, pada Kamis pagi, warga setempat kembali ke rumah masing-masing guna membersihkan material banjir, rumah warga pun tampak dipenuhi lumpur dan sisa banjir lainnya.

“Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 21.00 Wib, waktu itu kami berada di warung kopi, dan sebagian keliling mengawasi sungai Batang Gadis, ternyata debet air sudah mencapai jembatan, dan sekejap saja air meluap dan menggenangi pemukiman warga perumahan Vinago,” sebut Muammar (25) warga yang bertempat tinggal di sekitar perumahan Vinago kelurahan Dalan Lidang Panyabungan.

Menurutnya, luapan air itu sangat cepat menggenangi pemukiman penduduk di sekitar komplek STAIN maupun perumahan Vinago.

“Genangan air sangat cepat, sehingga warga tak bisa menyelamatkan apa pun kecuali menyelamatkan diri dan anggota keluarganya,” ungkapnya.

Selain menggenangi pemukiman penduduk dan menyebabkan rumah warga rusak, banjir juga menyebabkan jalan hotmix menuju komplek STAIN hancur diterjang banjir. Akses jalan terputus karena badan jalan sudah hanyut dibawa sungai.

Sementaram debet air sungai Batang Gadis yang berada dekat dengan perumahan Vinago pada Kamis pagi sudah mulai surut, tampak di sekitar jembatan rangka baja itu potongan-potongan kayu, dan jalan di sekitanya turut amblas dan terkelupas.

Jalan Nasional di Kotanopan Amblas

Sementara itu, banjir juga menyebabkan jalan nasional di Desa Saba Pasir Kecamatan Kotanopan amblas, badan jalan tersebut dihantam air sungai Batang Gadis sehingga jalan terbawa arus air.

Informasi dihimpun, akibat jalan amblas ini, arus lalu lintas pun lumpuh total, dan diperkirakan menelan waktu pengerjaan beberapa hari ke depan agar jalan bisa dioperasikan lagi.

“Pagi ini mau berangkat kerja, ternyata jalan sudah tidak ada, padahal ini jalan nasional dan jalan utama, tidak ada akses lain lagi,” sebut Alwi (27) warga Kotanopan yang bekerja sebagai pegawai staf di Pemkab Madina.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kepala satuan lalu lintas AKP Herliandri SH kepada Metro Tabagsel membenarkan jalan lintas sumatera di Kotanopan amblas dan arus lalu lintas berhenti.

“Tidak bisa dilewati, karena badan jalan sudah amblas, kami sedang berkordinasi dengan pihak pemerintahan terkait untuk penanganannya,” sebut Herliandri.

Pihaknya mengimbau bagi pengguna jalan terutama angkutan antar provinsi agar jangan dulu lewat dari wilayah kabupaten Madina, karena jalan nasional di wilayah kecamatan Kotanopan amblas dan sama sekali tidak dapat dilewati.

“Kami mengimbau kepada semua pengguna jalan terutama angkutan antar provinsi agar parkir dulu di tempat yang lebih nyaman, karena jalan di wilayah Kotanopan amblas dan tidak bisa dilewati beberapa hari ke depan,” pesannya.

Herliandri menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres terdekat supaya turut memberikan imbauan kepada semua pengguna jalan antar provinsi supaya memilih kantong parkir yang lebih nyaman hingga situasi bisa terkendali dan jalan selesai diperbaiki.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Padangsidimpuan dan Polres Tapsel, supaya angkutan umum maupun truk yang ingin menuju ke Sumatera Barat agar mencari kantong parkir, bila tetap masuk ke Madina, nanti kita kesulitan mengatur situasi akibat kendaraan yang membeludak, karena bisa dipastikan pengerjaan jalan amblas paling cepat 2 sampai 3 hari,” kata Herliandri.

Ia menambahkan, situasi di lokasi kejadian saat ini sudah dipenuhi kendaraan dan angkutan antar provinsi, sementara di sekitar jalan yang amblas itu ada sungai besar.

“Pengerjaannya bisa memakan waktu beberapa hari. Sebab, di samping kiri jalan ada sungai besar sedangkan di samping kanan jalan areal sawah warga. Kita bersama Pemkab Madina sedang berusaha agar pemilik sawah mau membebaskan lahannya untuk pelebaran dan perbaikan jalan, karena ini jalan utama,” terangnya.

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu juga berpesan kepada semua lapisan masyarakat pengguna jalan di kabupaten Madina agar berhati-hati melintasi jalan mengingat situasi yang masih cukup rawan bencana banjir dan longsor. (wan)

Bagikan: