Ibu 45 Tahun di Madina Tewas Dimangsa Buaya saat Cuci Kain di Sungai

Bagikan:
Buaya

MADINA – Seorang wanita bernama Loide Sirait (45) ditemukan tewas akibat serangan buaya di Sungai Kunkun Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang mencuci pakaian di Sungai Kunkun bersama temannya Martianna Panjaitan (40), kemudian teman korban melihat kemunculan seekor buaya dengan ukuran kurang lebih 4 meter dan langsung menerkam korban dan menenggelamkannya ke dalam air dengan menggunakan mulutnya.

“Kebetulan saya dan Ibu Loide sore itu mencuci pakaian di pinggir sungai, tiba-tiba seekor buaya menerkamnya dan menyeretnya ke dalam sungai, ia sempat minta tolong-tolong,” kata Martianna Panjaitan, kepada wartawan, Selasa (27/11).

Selanjutnya Martiana Panjaitan berlari ke rumah yang berjarak sekitar kurang lebih 25 meter dari Sungai Kunkun, dan meminta tolong kepada suaminya Alboin Sitorus untuk membantu korban. Tetapi korban sudah menghilang dibawa Buaya.

“Saya sangat takut melihat kejadian itu, saya pun minta tolong kepada warga,” ujarnya.

Kemudian warga mencari keberadaan korban ke arah hulu Sungai Kunkun, sehingga korban ditemukan oleh warga Mukmin Hasibuan sekitar 500 meter dari TKP, saat ditemukan korban sudah meninggal dunia dengan lengan tangan kanan mengalami patah tulang, luka robek bagian bahu sebelah kiri, luka robek bagian dada sebelah kiri dan luka mata sebelah kiri.

Kapolsek Natal AKP J.R Purba membenarkan kejadian tersebut, rencananya jenazah korban akan dibawa ke Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa untuk dikebumikan.

“Memang benar ada laporan yang kami terima korban dimangsa buaya, kemudian kami beberapa personel langsung menuju ke lokasi kejadian,” ungkapnya.

Pihak kepolisian pun langsung berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menangani satwa liar tersebut, yang dikhawatirkan terus membahayakan warga sekitar.

“Tindakan selanjutnya kami bersama BKSDA menanganinya agar keresahan masyarakat tidak bertambah dari ancaman buaya di Sungai Kunkun tersebut,” imbuhnya lagi. (oz/wan/int)

Bagikan: