Menu

TKA Ancaman Serius Bagi Daerah

  • Linkedin
Saparuddin Haji

MADINA – Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Kebebasan beradaptasi tenaga kerja yang berkewarganegaraan asing itu dengan sendirinya menjadi keresahan dan dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi masa depan daerah.

Pengamat kebijakan publik, Saparuddin Haji saat bincang-bincang dengan Metro Tabagsel, Rabu (18/7/2018) mengatakan, TKA yang jadi perbincangan masyarakat saat ini bisa jadi ancaman serius bagi daerah, terlebih-lebih kebebasan mereka beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat yang dinilai tak ada batasannya.

Sehingga hal ini dikhawatirkan bisa jadi polemik ke depan dan ditakutkan muncul doktrin baru bagi masyarakat yang berdampak pada rusaknya tatanan sosial dan budaya daerah.

“Keberadaan dan kebebasan TKA ini bisa jadi ancaman serius bagi daerah kita. Ancaman bagi kultur budaya daerah, ancaman bagi ciri khas daerah yang dijuluki serambi makkah dan kota santri. Dan ancaman paling besar adalah menyempitnya peluang kerja bagi masyarakat lokal. Ini sejatinya jadi perhatian serius bagi pemerintah daerah kita,” sebut Saparuddin Haji.

Pria yang akrab disapa Akong itu menerangkan, keberadaan TKA di Kabupaten Madina belakangan ini sudah disikapi oleh berbagai kalangan masyarakat, terlebih setelah adanya beberapa kali operasi pembersihan penyakit masyarakat terkait maraknya Pekerja Seks Komersil di Madina.

Mirisnya, dari beberapa kali operasi pembersihan tersebut, petugas di lapangan menemukan Human Trafficking atau perdagangan manusia, adanya anak di bawah umur yang ikut menjajakan diri untuk melayani hidung belang yang dugaan kuat dijajakan untuk Tenaga Kerja Asing.

“Ini fenomena yang tidak lazim terjadi di daerah kita, bisa dikatakan ini kejadian luar biasa yang nyata mengancam kultur daerah kita, mengancam masa depan masyarakat pribumi. Tentu kita selaku putra daerah perlu meminta sikap tegas dari Pemerintah, keberadaan TKA ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama, legalitas mereka perlu dipertanyakan, dan Pemerintah harus terbuka mengenai ini,” ujar calon bupati Madina pada Pilkada tahun 2015 yang lalu itu.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa operasi pembasmian penyakit masyarakat tempat hiburan malam dan perhotelan di kawasan Panyabungan, beberapa kali terjaring anak usia di bawah umur yang diamankan dari hotel, mereka menjajakan diri dengan tarif jutaan rupiah kepada hidung belang, salah satu peminatnya dikabarkan adalah TKA yang bekerja di salah satu perusahaan asing yang beroperasi di Kabupaten Madina. (wan)

  • Linkedin
Loading...