Menu

Semua Habis Terbakar, Pedagang akan Direlokasi ke Terminal Jalan Lintas Timur Panyabungan

  • Linkedin
Kebakaran di Pasar Baru Panyabungan

MADINA – Kebakaran kembali merundung duka bagi masyarakat Mandailing Natal (Madina). Setelah bulan puasa kemarin, masyarakat di Kecamatan Sinunukan kehilangan pasar dan tempat tinggal, kini musibah kebakaran yang lebih besar lagi terjadi di Pasar Baru Panyabungan sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Madina.

Peristiwa tersebut terjadi saat masyarakat tengah riang bergembira di hari Lebaran. Tepatnya pada lebaran kedua, pada Sabtu dini hari (16/6) sekitar pukul 02.20 WIB si jago merah menghanguskan sekitar 844 unit kios dan loss di kawasan tersebut. Dan, proses pemadaman pun cukup lama hingga Sabtu siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian pedagang mencapai puluhan miliaran rupiah.

Sahman (39), warga Panyabungan kepada Metro Tabagsel mengatakan, ia pertama kali melihat musibah kebakaran di pasar kebanggaan masyarakat Madina itu usai menyaksikan pertandingan bola dunia.

“Kami pas selesai menonton Piala Dunia, dapat cerita ada kebakaran di Pasar Baru. Kami menuju ke sana, api sudah mulai membesar, api bersumber dari kios belakang, sekitar pajak daging,” kata Sahman.

Sementara Erni (33) pemilik salah satu kios pakaian di hadapan wartawan tak sanggup menahan isak tangis menyaksikan kios mereka dilahap si jago merah. “Tak seberapa yang bisa kami selamatkan, karena api begitu besar, semuanya habis tak tersisa,” ucapnya di tengah isak tangisnya.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji yang dihubungi Metro Tabagsel menyebut pihaknya sampai sekarang belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Dan, saat musibah terjadi, AKBP Irsan bersama ratusan personilnya turut membantu pemadaman baik secara tenaga maupun logistic seperti water cannon.

Namun, Kepolisian disebutkan Irsan Sinuhaji terus bekerja menyelidiki secara mendalam penyebab kebakaran pasar baru Panyabunganitu.

Saat ini, petugas dari Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara melakukan olah Tempat Kejadian Perkara untuk melengkapi proses penyelidikan.

“Tadi pagi (Selasa) tim Labfor melakukan olah TKP ulang untuk melengkapi hal-hal yang dianggap perlu, dan nantinya dilakukan uji laboratorium.

“Dan olah TKP sudah selesai, untuk hasil belum keluar, karena bahan-bahan yang dianggap ada kaitan dengan kebakaran akan dibawa ke laboratorium forensik di Medan untuk diuji secara ilmiah. Setelah itu akan keluar hasil yang diduga sebagai penyebab kebakaran,” terang Kapolres Madina yang dihubungi Metro Tabagsel, Selasa (19/6).

Irsan menyebut pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil uji Labfor akan keluar, karena masih menunggu petugas Labfor bekerja untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran di pasar baru Panyabungan.

“(Hasil uji Labfor) Belum ada jawaban yang jelas, sesampainya di Medan tim akan langsung memprosesnya dan kami akan diberitahu nanti, nanti akan ada titik terangnya,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai proses penyelidikan, AKBP Irsan menyebut penyidik Polres Madina sudah memeriksa sejumlah saksi. “Pemeriksaan masih terus dilakukan, sudah ada beberapa orang saksi yang diperiksa,” pungkasnya.

Terpisah, Hilman (25) salah satu pedagang Pasar Baru Panyabungan yang jadi korban kebakaran mendukung penuh langkah Kepolisian mengungkap penyebab kejadian tersebut.

“Kami mendukung penuh proses hukum yang dilakukan Polres Madina, supaya pedagang juga tidak termakan isu yang lebih dalam lagi, karena sebagian bilang ada unsur kesengajaan sehingga pasar baru Panyabungan terbakar, ini kan jadi isu liar yang dapat berdampak lebih luas,” sebutnya.

Relokasi Pedagang

Kepala bidang Pasar dinas perdagangan Pemkab Madina, Ahyar Rangkuti kepada Metro Tabagsel menyebutkan jumlah lapak pedagang yang hancur ada sebanyak 844 unit.

Kios 844 tersebut meliputi 544 kios dan 300 loss. Kini, aktivitas jual beli di pasar kebanggaan masyarakat Madina itu sudah tidak berjalan, hanya beberapa orang pedagang sayur yang tetap berjualan usai peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari kemarin itu.

“Yang terkena dampak berjumlah 844, 544 kios dan 300 loss. Hanya sedikit yang tidak terkena dampak, kios yang berada di paling depan,” sebutnya.

Saat ini, sambung Ahyar. Pemerintah Kabupaten Madina sudah menyiapkan beberapa rencana penanggulangan musibah kebakaran tersebut. “Ada beberapa alternatif yang akan dibawa rapat bersama pak Bupati dan instansi terkait, termasuk Forkopimda,” tambahnya.

Salah satu alternatifnya adalah akan merelokasi tempat jualan pedagang, rencananya tempat relokasi yaitu di lahan rencana terminal di jalan lintas timur Panyabungan.

“Rencana dipindahkan ke lahan terminal di lintas timur Panyabungan,” kata Ahyar.

Sementara Kepala bagian humas Setdakab Madina, Afandi Lubis mengatakan Pemkab Madina saat ini sedang melakukan pematangan lahan untuk rencana relokasi pedagang.

“Sedang diupayakan tempat relokasinya,” pungkasnya. (wan)

  • Linkedin
Loading...