Menu

Tuntut 5 Bulan Dana TPP Dicairkan Tenaga Medis Mogok

  • Linkedin
Pasien RSUD Panyabungan telantar karena tak seorang pun tenaga medis yang melayani mereka karena tenaga medis unjukrasa menuntut hak mereka.

MetroTabagsel.com – Puluhan tenaga medis terdiri dari perawat, bidan, apoteker dan pegawai lainnya berunjuk yang bekerja di RSUD Panyabungan berunjukrasa dan mogok kerja. Mereka menuntut dana Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) selama 5 bulan ini, dicairkan.

Aksi demo mereka lakukan di depan RSUD Panyabungan, Rabu pagi (9/5) lalu. Mereka meninggalkan pekerjaan dan berkumpul di depan ruangan kerja Direktur RSUD Panyabungan.

Mereka teriak-teriak dan menyampaikan tuntutan mereka yang pada intinya meminta direktur memberikan hak mereka. Menurut mereka, sudah 5 bulan TPP mereka yang dijanjikan pihak manajemen RSU Panyabungan tapi tak kunjung dicairkan.

Salah seorang pengunjuk rasa, Siti Aisyah kepada wartawan mengatakan, pimpinan mereka di RSUD Panyabungan telah menjanjikan akan mencairkan dana tersebut, namun setelah ditunggu hingga bulan Mei 2018 dana tersebut belum dicairkan juga. Padahal, dokter umum dan dokter spesialis sudah dicairkan.

Sementara Direktur RSUD Panyabungan drg Bidasari diwakili dr Faisal mengatakan, dana tersebut sedang diupayakan pencairannya menunggu surat Peraturan Bupati (Perbup).

“Kita masih menunggu Perbup-nya, kalau bapak ibu melakukan aksi mogok kerja, bisa-bisa nanti dana tersebut tidak bisa dicairkan lagi, karena itu kami meminta supaya bapak ibu kembali ke ruangan masing-masing dan bekerja seperti biasa,” bujuk dr Faisal.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat mogok kerja para tenaga medis, dan mereka menegaskan apabila dana TPP mereka tidak segera dicairkan, mereka akan terus melakukan aksi unjuk rasa dan mogok bekerja.

Pasien Terlantar

Tenaga medis di RSUD Panyabungan melakukan aksi demo dan mogok kerja yang berjalan sekitar tiga jam. Dan, selama melakukan aksi tersebut, ratusan pasien rawat inap maupun rawat jalan merasa telantar.

Dewi (30) salah seorang pasien rawat jalan kepada wartawan mengatakan, dia beserta anaknya yang sedang sakit demam sudah tiba di RSUD Panyabungan sekitar pukul 08.00 Wib, tetapi hingga pukul 10.00 Wib lebih, satu pun tidak ada petugas atau pegawai Rumah Sakit yang melayani mereka.

“Mulai pukul 8.00 WIB tadi kami sudah sampai di sini, tapi tidak bisa berobat, karena semua pegawai kumpul-kumpul di depan, katanya sih ada demo,” sebut Dewi.

Ia menyebut, akan tetap menunggu sampai ada petugas medis yang bisa melayani mereka. “Kami tunggu sajalah sampai siang pak, kalau sampai siang tidak bisa juga, kami terpaksa pulang,” pungkasnya.

Kekecewaan juga disampaikan Marhot (40) keluarga salah satu pasien rawat inap. Kepada wartawan, Marhot menyebut pelayanan rumah sakit umum semakin tidak memuaskan masyarakat.

“Kondisi begini siapa yang bisa nyaman, apalagi ada mogok-mogok kerja. Harapan kami situasi ini segera disikapi pimpinan rumah sakit begitu juga kepada Pemerintah Daerah. Jangan hanya masalah tunjangan dan gaji mereka, masyarakat telantar.

“Bagaimana kalau misalnya pasien gawat darurat? Bisa mati kita dibiarkan tanpa ada penanganan rumah sakit,” ungkapnya.

Seperti diketahui, tenaga medis di RSU Panyabungan melakukan aksi demo dan mogok kerja, mereka menuntut dana TPP selama 5 bulan dicairkan pihak rumah sakit. (wan)

  • Linkedin
Loading...