Menu

2 Warga Tewas di Area PT SMGP, Mahasiswa Akan Bikin Pengaduan ke Presiden

  • Linkedin
Ketua PMII Mandailing Natal, Ilmansyah.

MADINA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta penegak hukum mengusut tuntas insiden meninggalnya dua warga Sibanggor Jae di kolam air perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).

Bila proses hukumnya tidak jalan, PMII menegaskan akan membuat pengaduan ke Presiden RI Joko Widodo.

“Kejadian yang menyebabkan 2 saudara kita meninggal dunia di kolam penampungan air milik PT SMGP adalah sebuah kesalahan besar yang dilakukan pihak perusahaan, tentu PT SMGP dan KS Orka kita minta bertanggung jawab secara hukum. Kami minta Kepolisian menegakkan hukum seadil-adilnya, baik secara personal maupun secara korporasi,” ujar ketua PC PMII Madina, Ilmansyah kepada Metro Tabagsel di Panyabungan, Minggu (7/10).

Ia menegaskan, kejadian tersebut menunjukkan bahwa PT SMGP lalai dalam melaksanakan kegiatan usahanya, sehingga bukan lingkungan saja yang rusak, tetapi warga tak berdosa pun ikut jadi korban.

Karena itu, Ilman yang didampingi Sekretaris PMII Madina Mhd Ilham meminta Kepolisian supaya menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kejadian tersebut.

“Kami mendukung penuh Polri memproses kesalahan pihak PT SMGP, kesalahan perusahaan ini tak bisa ditolerir karena sudah menyangkut nyawa manusia,” ucapnya.

Di samping itu, Ilmansyah dan Ilham menegaskan PMII Madina akan mengawal proses hukum atas kejadian tersebut, dan PMII kata keduanya siap membawa permasalahan tersebut ke Polda Sumut hingga ke Presiden.

“Bila persoalan ini didiamkan tanpa penegakan hukum yang tegas dan jelas, kami akan membawa permasalahan ini ke Polda dan Mabes Polri, dan kami akan siapkan pengaduan ke Presiden Jokowi,” sebutnya.

“Wajar selama ini PT SMGP dapat penolakan masyarakat, di samping mereka tertutup mengenai kegiatan, ternyata mereka juga ceroboh dalam pekerjaan. Ini tamparan keras bagi kita selaku putra daerah, apalagi perusahaan ini mempekerjakan Tenaga Kerja Asing, kami menilai PT SMGP dan KS Orka ini hanya pembawa mala petaka bagi masyarakat Madina,” tegasnya. (wan)

  • Linkedin
Loading...