Pakkat, Menu Khas Ramadan

Bagikan:
Penjual pakkat di Pasar Gunung Tua. Pakkat menjadi menu favorit warga untuk berbuka puasa, Minggu (4/6).

MetroTabagsel.com, PALUTA – Sudahkah Anda pernah mencicipi pakkat? Ya, pakkat yang berasal dari rotan muda ini kerap menjadi makanan favorit semua kalangan saat berbuka puasa.

Seperti cerita dari Kepling I Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak Khairul Anwar Harahap. Ia mengaku memang sangat menyukai pakkat, namun ia menyantap makanan pakkat hanya di bulan puasa. “Selama bulan puasa, saya paling suka pakkat. Namun di luar bulan puasa saya tidak begitu menyukainya,” katanya, Minggu (4/6).

Lanjutnya, rasa pahit yang terkandung di pakkat ini ternyata bisa menghilangkan rasa haus jika makan saat bersahur dan pada malam hari, mengonsumsi pakkat dapat mengobati masuk angin. Apalagi pakkatnya yang diolah dengan cara dibakar dan ditambah dengan irisan bawang merah, cabe merah, tomat serta kecap asin. “Kami sekeluarga suka pakkat apalagi yang dibakar dan dicampur cabe merah dan irisan bawang serta kecap asin,” sebutnya.

Senada dikatakan oleh, Ketua Lembaga Adat dan Budaya Kabupaten Paluta, Tongku Parlaungan Harahap. Makanan pakkat yang berasal dari rotan muda ini adalah salah satu jenis makanan penambah selera makan. Di Paluta, selain holat, pakkat merupakan salah satu makanan khas daerah dengan rasa pahit. “Selain holat, Pakkat juga adalah makanan khas dari Paluta,” katanya.

Tongku Parlaungan lalu menambahkan bahwa pakkat dari Paluta kebanyakan dari daerah Kecamatan Simangambat yang tumbuh subur di daerah rawa.

Sementara, Umak Aminah (46) warga Lingkungan II, Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak yang menjual pakkat mengaku bahwa selama bulan puasa dagangannya laris manis. “Lumayan laris lah pakkatnya, jelang berbuka saja sudah laku hampir 200 batang,” ujarnya sembari menjelaskan bahwa ia menjual pakkat dengan harga Rp2.500-Rp3.000 per batang.

Menurut dia, menu bukaan yang sering dicari pembeli adalah pakkat. Apalagi katanya tradisi menjadikan pakkat sebagai santapan di saat berbuka sudah menjadi kebiasaan seluruh warga yang ada di daerah Paluta. (ais/mt)

Bagikan: