Tanggung Jawab Memberangus Narkoba

Bagikan:
Ilustrasi

BEGITU banyaknya kasus narkoba membuat pihak yang berwajib tidak mempunyai waktu istirahat dalam usaha memberantasnya. Saat ini peredaran narkoba laksana jamur di musim hujan, kasus demi kasus narkoba selalu bermunculan walaupun sudah banyak bandar narkoba yang tertangkap.

Oleh; MUHAMMAD IRSAN SIREGAR

Mengingat fantastisnya data yang ada tentang kasus narkoba membuat petugas berwenang harus bekerja ekstra keras.

Seperti yang sama-sama kita ketahui dari banyaknya pemberitaan di media massa, bahwa peredaran narkoba saat ini sudah menjangkiti semua kalangan masyarakat dan semua umur, mulai dari yang pengangguran sampai kepada mereka yang berkehidupan mewah dan mulai dari yang duduk di tingkat sekolah dasar (SD) sampai yang duduk di perguruan tinggi.

Fenomena ini tentu membuat hati kita miris, karena dengan demikian berarti generasi muda kita sudah begitu mudahnya terjangkit oleh jenis obat-obat terlarang tersebut. Mau tidak mau, fakta ini tentu harus segera ditindaklanjuti oleh semua pihak (pemerintah, masyarakat dan semua elemen) demi untuk kelanjutan masa depan mereka dan calon generasi penerus bangsa ini.

Selain itu dengan terlah terungkapnya kasus narkoba yang melibatkan anak-anak, ini menunjukkan bahwa kontribusi anak-anak dan remaja kita sangat besar dalam peredaran narkoba.

Tentu ini merupakan tamparan keras bagi kita semua, sebab generasi muda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa ini. Jadi kita dapat membayangkan jika saat ini generasi muda kita sudah terjangkit dan kecanduan narkoba maka kita tinggal menunggu kehancuran bangsa ini, dan tentunya hal tersebut tidak kita inginkan.

Kasus penggerebekan yang menangkap oknum-oknum yang masih duduk di bangku sekolah hendak berpesta sabu-sabu, seakan menambah daftar kejahatan kasus narkoba yang dilakukan oleh generasi muda kita. Kasus seperti ini sekali lagi membuat kita harus mengurut dada dan pantas untuk bersiaga dalam menjaga generasi muda kita.

Dalam usaha pemberantasan peredaran narkoba ini memang selalu menemui jalan yang terjal. Karena selain sudah terorganisir, peredaran narkoba juga sudah melakukan ekspansi wilayah. Narkoba yang dulunya hanya dinikmati oleh komunitas masyarakat perkotaan, di masa sekarang sudah menjalar ke wilayah pedesaan, bahkan sampai ke daerah yang terpencil sekali pun.

Begitu banyak pemuda desa yang sudah mengkonsumsi narkoba dengan berbagai jenisnya, ini merupakan realitas yang tidak bisa kita pungkiri. Selain itu, kerapian dalam mengorganisir jaringan pengedar juga merupakan kendala yang selama ini dihadapi.  Disinilah kesulitan kita dalam memberantas dan memutuskan mata rantai pengedaran narkoba ini.

Oleh karena itu, tugas pemberantasan narkoba ini tidak boleh dibebankan kepada satu orang atau satu institusi saja, melainkan harus dilakukan kerjasama dari semua pihak. Sebab jika hanya mengandalkan satu institusi saja (semisal BNN atau Kepolisian) tentunya mustahil akan bisa memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya.

Setidaknya ada tiga langkah yang perlu dilakukan dalam upaya memberantas pengedaran narkoba ini yaitu: Pertama, langkah preventif (pencegahan), Kedua, refresif (kerjasama dengan semua elemen dan instansi terkait) Ketiga, tindakan hukuman tegas.

Di dalam buku Pedoman Pelaksanaan P4GN (pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba) disebutkan bahwa pencegahan terhadap peredaran narkoba itu sendiri terbagi kepada tiga bagian yaitu pencegahan primer, pencegahan sekunder dan pencegahan tertier.

Pertama, Pencegahan primer ditujukan kepada anak-anak dan generasi muda yang belum menyalahgunakan narkoba, Kedua, Pencegahan sekunder ditujukan kepada anak-anak atau generasi muda yang sudah mulai mencoba-coba menyalahgunakan narkoba. Ketiga, Pencegahan tertier ditujukan kepada korban narkoba atau bekas korban narkoba.

P4GN ini tentu sangat tepat untuk diterapkan sebab tujuannya untuk mencegah peredaran narkoba di semua line dan oleh semua elemen. Elemen-elemen tersebut mulai dari kepala desa/lurah babinkamtibmas dan PLKB.

Kepala desa/lurah mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan kemasyarakatan di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), babinkamtibmas mempunyai tugas pokok membimbing masyarakat bagi terciptanya kondisi yang menguntungkan upaya penertiban dan penegakan hukum, upaya perlindungan dan pelayanan masyarakat di desa/kelurahan.

Sedangkan PLKB membantu kepala desa/lurah dalam melaksanakan penyuluhan, pelayanan dan pembinaan baik kepada calon peserta maupun peserta aktif keluarga berencana yang menjadi garapannya.

Namun yang paling berperan adalah tiga hal, yakni : faktor individu, faktor lingkungan sosial serta faktor ketersediaan narkoba itu sendiri. Faktor individu itu sendiri adalah aspek kepribadian (tingkah laku sosial, kecemasan dan depresi), aspek pengetahuan, sikap dan mengikuti orang lain, aspek keterampilan berkomunikasi dan aspek genetik.

Lalu faktor lingkungan sosial meliputi kondisi keluarga/orang tua, pengaruh teman/kelompok sebaya, faktor pendidikan, pengaruh iklan dan kehidupan masyarakat modern. Kemudian faktor ketersediaan narkoba itu sendiri yaitu begitu mudahnya narkoba itu didapat dan bisa ada dengan berbagai bentuk. Dan tips yang terakhir tentunya ialah berani berkata tidak terhadap narkoba.

Generasi muda adalah harapan bangsa, yang akan menjadi dan menggantikan para pemimpin kita di negara Indonesia. Dimulai dari rumah dengan proses pendidikan dan asuh yang baik sehingga menghasilkan kontrol sosial yang baik sehingga membuat anak-anak berprestasi sesuai dengan minat dan bakatnya.

Tidak memaksakan apa yang kita mau sehingga meminimalisasi tingkat stres mereka. Sehingga mereka tidak mencari pelarian seperti narkoba. Yang kita harapkan mereka berkeluh kesah kepada orang tua yang mempercayai dan mengerti keadaan mereka. Sehingga tercipta generasi hebat yang kelak akan memajukan negeri kita tercinta. (*)

Penulis adalah Tenaga Pendidik Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Tapanuli Selatan.

Bagikan: