Sifat Mulia Seorang Guru

Bagikan:
Ilustrasi

Seorang guru dituntut untuk menjadi figur teladan atau berperilaku baik. Karena guru senantiasa menjadi perhatian para peserta didiknya juga menjadi sorotan masyarakat.Perilaku guru yang baik, ramah, adil dan jujur kepada murid-muridnya adalah guru yang paling berpengaruh.

OLEH ASEP SAFA’AT SIREGAR, S.SOS.I

Selain itu, guru harus dapat menjadi teladan yang baik agar dapat menasehati dan menuntun murid-muridnya berperilaku terpuji.

Nabi Muhammad Saw sebagai gurunya para guru mengajarkan kepada kita, untuk memiliki sifat-sifat tertentu sebagaimana yang diajarkannya. Sebagai seorang guru Rasulullah SAW memiliki sifat-sifat mulia sehingga apa yang diajarkannya dapat tersampaikan dan diamalkan oleh murid-murid Rasulullah SAW yakni para sahabatnya. Belajar dari Rasulullah maka penulis kemudian merincikan beberapa karakteristik sifat mulia seorang Guru.

Sifat-sifat mulia yang sepatutnya dimiliki oleh seorang guru adalah sebagai berikut:Pertama, Ikhlas.Nabi Muhammad SAW mengajarkan seorang guru dalam mengajar harus berlandaskan niat ikhlas yang suci dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Niat yang ikhlas akan menjadi penentu maksud suatu perbuatan.Niat ikhlas terletak didalam hati. Bukan diluar, gambaran suatu perbuatan yang dilakukan oleh seorang manusia. Allah hanya akan menilai suatu perbuatan dari niatnya. Karena niat didalam hati menjadi esensi penting dari sebuah perbuatan. Rasul Saw bersabda “sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh dan rupa kalian, akan tetapi Dia memandang kepada hati dan amal-amal kalian.”

Kedua,Jujur. Jujur adalah hal penting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Jujur menjadi penyelamat bagi seorang guru di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bohong kepada murid akan menghilangkan kepercayaan. Perbuatan bohong akan berdampak kepada masyarakat luas bukan hanya kepada sipelakunya saja. Seorang guru yang berbohong kepada muridnya, maka apa yang akan terjadi terjadi kepada masyarakat setelahnya. Maka dari itu seorang guru tidak boleh berbohong terhadap muridnya. Sesungguhnya kebenaran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukan kepada surga.

Ketiga,Sesuai antara ucapan dengan perilaku. Seorang murid akan mencontoh gurunya. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seorang guru yang dilihat oleh muridnya akan menjadi contoh bagi muridnya tersebut. Perbedaan antara ucapan dengan perilaku seorang guru hanya akan membuat murid menjadi bingung. Seorang guru yang tidak mengamalkan apa yang disampaikannya kepada murid-muridnya maka akan merendahkan martabat dirinya dihadapan orang lain. Firman Allah SWT:“Sangat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS Al-Shaff:3).

Keempat, Adil dan egaliter. Allah SWT Maha Adil dan memerintahkan kepada hambanya untuk berlaku adil kepada siapapun bahkan terhadap musuh sekalipun. Begitupun seorang guru menunjukan sikap adil kepada murid-muridnya sangat penting karena dengan demikian akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. RasulullahSAW bersabda:“Manusia yang paling dicinta Allah pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, dan manusia yang paling dibenci Allah dan mendapat siksa yang pedih pada hari kiamat adalah pemimpin yang zhalim.” Banyak hal dalam kegiatan belajar mengajar yang mengharuskan seorang guru berbuat adil.

Kelima, Akhlak mulia. Guru adalah panutan bagi murid-muridnya. Maka seorang panutan dituntut memiliki sikap terpuji yaitu akhlak mulia. Ucapan yang baik, senyum, raut muka yang berseri dan menghilangkan jarak yang dapat membatasi antara seorang guru dengan muridnya. Kasih dan sayang seorang guru mencerminkan akhlak mulia yang terkandung dalam gerak dan perilaku seorang guru.

Keenam, Tawadlu. RasulullahSAW bersabda “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada ku agar kalian bersikap tawadlu sehingga seseorang tidak bersikap sombong pada lainya dan tidak menzhalimi satu sama lain.”Sifat sombong seorang guru akan menyebabkan murid menjauhi guru. Murid tidak akan mau menerima ilmu dari gurunya yang sombong. Kesombongan hanya akan memperlebar jarak antara guru dan muridnya. Sebaliknya sikap tawadlu akan menghancurkan batas yang menghalangi antara guru dan muridnya. Guru adalah orang ayng berilmu dan sebaik-baiknya orang yang berilmu adalah mereka yang tawadlu. Ada sebuah pepatah yang berbunyi “ilmu adalah musuh bagi manusia yang sombong. Seperti banjir musuh bagi tempat yang tinggi.”

Ketujuh, Berani. Seorang guru harus memiliki sikap pemberani. Berani meluruskan yang salah pada muridnya dan yang tersulit adalah berani mengakui kekurangan yang ada pada dirinya. Guru adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah. Berani mengakui kesalahan maknanya adalah memperbaiki kesalahan. Sebaliknya, adalah terus menerus mengulangi kesalahan yang sama dan bersikeras terhadap kesalahan tersebut.

Kedelapan, Jiwa humor yang sehat. RasulullahSAW memilki jiwa humoris dalam keseharian hidupnya. Banyak humor-humor Rasul yang justru menjadi sebuah jawaban kebenaran. Jiwa humor akan berdampak positif dalam kegiatan belajar mengajar. Dari senda gurau akan tercipta suasana nyaman diruang belajar, kelas, halaqoh, atau pertemuan tertentu. Juga akan menghilangkan rasa jenuh audiens yang menjadi peserta belajar.Senda gurau dan humor seorang guru tidak boleh berlebihan. Karena hal yang demikian akan menghilangkan kewibawaan dan kehormatan. Senda gurau guru hendaknya dilakukan dalam hal kebenaran dan jujuran seperti yang dilakukan Rasul SAW. Juga tidak menghina dan merendahkan perasaan murid dalam bergurau.

Kesembilan, Sabar dan menahan amarah. Kekuatan guru terletak pada bagaimana ia mampu mengendalikan amarahnya ketika terjadi sesuatu yang membuatnya marah, dan bagaimana ia mampu menguasai akal sehatnya. Amarah hanya akan menyebabkan hilangnya kontrol diri dan lemah dalam melihat kebenaran. Dan pada akhirnya menjadi kehinaan bagi guru. Rasul adalah seorang guru. Guru yang memiliki tingkat kesabaran yang sangat luar biasa. Rasul Saw bersabda “bukanlah orang hebat itu adalah orang yang hebat dalam pertempuran, tetapi orang hebat itu adalah orang yang bisa menahan dirinya ketika sedang marah”.

Kesepuluh, Menjaga lisan. Lisan merupakan organ tubuh manusia yang paling mudah berbuat dosa. Bahkan lisan yang tidak terkendali akan berakibat lebih kejam dari sebuah pembunuhan. Seorang guru seyogyanya mampu memelihara lisannya dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Rasul Saw bersabda “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka berbicaralah yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesebelas, Sinergi dan musyawarah. Bermusyawarah dapat membantu seorang guru dalam memecahkan permasalahan atau perkara sulit yang dihadapinya. Meminta pendapat orang lain tidak akan merendahkan martabat dan keilmuan seseorang. Bahkan sikap tersebut menjadi tanda tingginya tingkat kecerdasan dan kebijakan seseorang. Lebih dari itu, bermusyawarah dakat mendekatkan seseorang kepada kebenaran. Sedangkan meninggalkannya hanya akan menjauhkan diri dari kebenaran. Abu Hurairah berkata “Aku tidak melihat seorang pun yang paling banyak bermusyawarah kecuali Rasulullah Saw.”

Demikian risalah kecil tentang sifat-sifat penting yang harus dimiliki seorang guru, seorang ahli ilmu yang harus menyebarkan ilmu kebaikan kepada ummat manusia dengan cara yang baik pula. Mudah-mudahan kita dapat mencontoh suri tauladan dari maha guru ummat manusia semua yaitu Nabi Muhammad Rasulullah SAW. (*)

 

Penulis adalah Guru dan Kepala Divisi Humas, Pemsaran dan Bank Data Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM), Simanosor Julu- Tapsel.

Bagikan: