Menjadi Guru Zaman Now

Bagikan:
Ilustrasi

PROFESI guru zaman now dalam menghadapi kids zaman now sejatinya harus mampu merealisasikan kurikulum pendidikan dengan segala kebutuhannya. Guru juga harus lebih banyak berkreasi, bergaul dan memiliki kreatif tinggi dalam merealisasikan kompetensinya. 

OLEH: TANTOMI SIMAMORA, S.SOS.I

Tingkat kecerdasan guru zaman now sejatinya memiliki tarap pemikiran yang lebih tinggi dari kids zaman now. Sebab kids zaman now memiliki kesibukan tingkat tinggi, mulai dari bermain game yang semakin banyak keragaman, internet yang membuka ruang yang lebih luas lagi dalam pandangan sampai kepada hal-hal yang seharusnya mereka tidak boleh tahu, sudah tersedia di hadapan mereka.

Akankah kita menjauhkan anak dari perkembangan zaman ini? tentu tidak, tapi butuh kekuatan ekstra dari guru dan orang tua, bekerja sama untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya.

Bagi guru mengajar tidak hanya pada ranah kognitif, namun harus mampu membimbing, mengarahkan anak didiknya kepada pendidikan karakter, kompetensi yang dimiliki guru memiliki kekuatan yang sangat dahsyat untuk memberikan pemahaman terhadap anak didiknya berdasarkan latar belakang perbedaan yang beraneka ragam, tidak hanya perbedaan budaya, sosial dan agama namun lebih khusus kepada karakter anak yang dipengaruhi gejala sosial yang menjadi kekinian.

Kids zaman now memiliki cakupan potensi tertinggi di berbagai gaya hidup yang semakin tak menentu, maka seorang guru harus mampu mengikuti segala perkembangan prilaku anak didiknya, karena terkait dengan seluruh lingkungan, tidak hanya lingkungan Sekolah, tetapi menyankut seluruh kehidupan anak didiknya.

Pendidikan karakter penting merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, mengingat masalah-masalah yang terjadi pada generasi millenial di Negeri ini semakin tak terbendung oleh nilai-nilai pendidikan. Guru Sebagai Pendidik lazimnya aktif berkomunikasi dengan masyarakat, orang tua siswa dan peserta didik serta lingkungan sekitar tempat kita bertugas.

Lebih dari itu, guru juga harus mampu merealisasikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan siswa, dengan banyak berkreasi, bergaul dan memiliki kreatif tinggi dalam merealisasikan kompetensi profesinya sebagai guru, baik bagi peserta didik maupun bagi lingkungannya.

Sering kali terjadi keharmonisan hubungan antara guru dengan wali murid, karena aktif terus berkomunikasi dengan hasil belajar anak didiknya sehari-hari. Bahkan ada sebagian guru, meskipun peserta didiknya tidak lagi di Sekolah atau sedang libur, guru masih aktif komunikasi dengan orang tua dan anak didiknya sendiri.

Meskipun hanya sekedar menanya perkembangan karakter anak didiknya, tetapi bagi orang tua, itu adalah sesauatu yang terkesan indah, sehingga hubungan antara orang tua dengan Guru semakin erat dan menjadi motivasi bagi orang tua untuk turut mendidik dari jarak jauh.

Semua orang tua pasti menginginkan adanya kimunikasi aktif dengan guru, mungkin dari berbagai permasalahan anak didik di Rumah menjadi kaca perbandingan bagi guru untuk melakukan perbandingan sekaligus solusi untuk membentuk karakter anak berdasarkan latar belakang pendidikan keluarga.

Guru harus memahami kondisi  generasi millenial kekinian, dan sebagai orang tua  harus memberikan pemamahan tentang lingkungan dan pengaruhnya bagi peserta didik dalam bukunya M Arif Hakim (2002) dikatakan “Karena berproses dalam lingkungan yang luas, plural dan majmuk maka anak perlu dididik dengan jiwa toleransi dan kelapangdadaan. Di Indonesia, terutama masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama, adat istiadat, budaya, nilai, ideologi, keyakinan dan sebagainya. Tingkat plural dan kemajemukan masyarakat Indonesia termasuk cukup tinggi”.

kompetensi guru dalam menghadapi kids zaman now dituntut untuk memahami segala prilaku siswa berdasarkan keberagaman alas budaya dan tingkat sosial yang berbeda-beda. Yang lebih penting lagi adalah kompetensi sosial guru dituntut untuk berkomunikasi dengan baik, bahkan pekerjaan yang paling sulit dalam imu sosial mesti dimiliki oleh guru yaitu merubah tingkah lalu anak didik dari yang kurang baik menjadi lebih baik.

Jika dalam satu kelas berisi 20 siswa dan guru masuk pada lima kelas satu haru, maka tugas guru adalah merubah tingkah laku anak didiknya sebanyak 100 orang. Bukankah merubah tingkah laku manusia dari tida menjadi iya sesuatu yang sangat sulit, belum lagi menemukan karakter dan keberagaman siswa yang berbeda-beda.

Sudah menjadi sebuah kelaziman, bahwa keberagaman tersebut akan meningkat kepada beribu macam prilaku siswa, orang tua, masyarakat dan sebagainya yang harus dipahami oleh seorang guru.

Termasuk dalam memahami dan memberikan penegasan positif terhadap media-media sosial yang cukup diminati oleh peserta didik zaman sekarang. Pengaruh perkembangan media sosial yang semakin deras semakin tak terbendung oleh siswa  dan memerlukan tugas berat bagi guru untuk memahami perkembangan tekhnologi yang memiliki kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh.

Maka dalam mengemban amanah profesi guru, perlu memiliki kompetensi sosial ekstra, agar komunikasi antara guru dengan siswa bisa berjalan dengan baik, bahkan akan menjadi power yang hebat bagi seorang guru ketika muncul dengan wujud yang bersosial tinggi dan memahami makna keberagaman.

Kids zaman now harus diajarkan dengan kebersamaan, sehingga rasa senasib , setanah air terpatri dalam jiwanya sebagai warga negara Indonesia, dengan demikian, terwujudlah rasa solidaritas yang tinggi, terutama dalam mewujudkan sikap tolong menolong, baik sesama siswa maupun kepada kaum lemah yang sangat membutuhkan bantuan untuk keberlangsungan hidup.

Adanya infaq Sekolah merupakan wujud dari rasa sosial yang tinggi untuk tolong menolong. Tentu kita sangat mendambakan siswa yang memiliki kesadaran untuk saling membantu, yang berujung kepada pembentukan karakter yang baik.

Jika rasa sosial yang tinggi tercipta pada diri peserta didik, tentu akan memberi pengaruh bagi dirinya dan juga lingkungan dan akan menjadi catatan amal baik dalam ajaran agama. (*)

 

Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” (PDM) Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bagikan: