Abdul Hamid Harahap, Literasi dan Konsep Diri Sebagai Mahasiswa

Bagikan:
Abdul Hamid Harahap menjadi relawan pendidik di Sekolah Literasi Indonesia MTs Al-Qodr Betun, Malaka, NTT.

Memahami dan mengimplikasikan konsep diri sebagai mahasiswa, menjadi penting dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Ini kemudian mendorong Abdul Hamid Harahap menulis buku dengan judul; Lihatlah!, Aku Seorang Mahasiswa.

SIDIMPUAN, SAMMAN SIAHAAN

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan di Universitas Sriwijaya, Palembang ini merupakan anak pasangan Alm Syafaruddin Harahap dan Siti Aminah Hasibuan yang tinggal di Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Dari bukunya, Hamid sapaan akrabnya, ingin menyampaikan kepada pembaca terkhusus bagi mahasiswa. Sebagai jawaban atas kebingungan dan keresahan mahasiswa ketika masuk ke dalam kampus.

“Harapannya setelah membaca buku ini, Mahasiswa bisa mengetahui konsep diri sebagai Mahasiswa,” ungkap pemuda kelahiran 8 Desember 1996 yang juga menjadi ketua gerakan mahasiswa perantauan, Sidempuan Bergerak.

Selama ini, Hamid telah mengikuti berbagai program delegasi mahasiswa atau menjadi relawan kemanusiaan. Di antara yang pernah ia ikuti, yakni Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara 2017, Delegasi Leadership Training di Hongkong 2017, Taruna Latihan Mujtahid Dakwah di ITB 2018. Dan terakhir ia menghabiskan waktu beberapa bulan menjadi Relawan Kemanusiaan Marching for Boundary 2018 di Perbatasan Indonesia-Timor Leste, NTT dari Dompet Dhuafa.

Ini kemuduian membangun pola pikir, dan memantapkan dirinya dalam menyusun buku, membagi pengalaman dan sebagai pengingat mahasiswa akan fungsi dan perannya. Karena kata Hamid, buku yang ia tulis ini, bukan sekadar membahas tentang organisasi, namun juga hingga pada bahasan fungsi mahasiswa itu sendiri pada masyarakat luas.

“Menjawab tantangan, kepemimpinan, menyandingkan antara akademik organisasi dan prestasi, menbahas tentang peran perempuan dalam mengambil peran, hingga membahas tentang gerakan mahasiswa,” urai penerima Beasiswa Bidikmisi 2014 ini, Senin (3/12) dalam satu perbincangan dengan Metro Tabagsel.

Dirunut dari Sinopsis, buku ‘Lihatlah!, Aku Seorang Mahasiswa’ ini. Hamid memberi pesan bahwa orang lain juga mempunyai hak atas pribadi yang mendang gelar Mahasiswa. Maka gerakan mahasiswa itu adalah tanggungjawabnya.

Hamid kemudian menggarisbawahi, bahwa buku ini tidak pernah diniatkan untuk menggurui siapapun, akan tetapi diharapkan bisa menjadi pengingat saja. Tentang peran-peran mahasiswa dan tantangannya, urgensi berorganisasi dan beberapa tipsnya, pemuda dan kepemimpinan, menyandingkan organisasi dan prestasi, perandan tantangan perempuan, serta membahas gerakan mahasiswa.

“Tujuannya apa? Supaya mahasiswa Indonesia berani mengambil peran, menciptakan gerakan untuk perubahan sosial yang lebih baik. Semoga buku ini bisa menjadi alarm untuk mahasiswa Indonesia. Teruslah bergerak dan memberikan dampak,” pungkasnya.

Dengan harapan Pemerintah Daerah, khususnya untuk Kota Padangsidimpuan juga melibatkan mahasiswa perantuan dan memberinya ruang kontribusi dalam proses pembangunan daerah asal. (*)

Bagikan: