Rani Zuwe Si Penyiar Radio yang Suka Bisnis

Bagikan:
Rani Zuwe

MetroTabagsel.com – Rani Zuwe. Perempuan kelahiran 12 Juni 1996 ini tercatat sebagai mahasiwi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP). Ia menyelesaikan pendidikan di SDN 142569 Panyabungan, SMPN 2 Panyabungan, dan SMAN 1 Panyabungan.

“It’s oke to be different, you just need to be you (tidak apa-apa jika kamu berbeda, kamu hanya perlu menjadi kamu),” ucap Rani saat diwawancarai Harian Metro Tabagsel beberapa waktu lalu.

Aktivitas selama sekolah tidak membosankan karena Rani ikut sebagai Sains Club dan OSIS masa SMP, OSIS dan English club masa SMA dan ketika kuliah salah satu Resimen mahasiswa selama satu tahun.

“Alhamdulillah, saya pernah meraih nilai terbaik tingkat SD putra putri purnawirawan TNI se-Tapsel, Runner up Pidato bahasa Inggris se-Kec. Panyabungan, juara 3 Cerdas cermat antar SMP se-Kecamatan Panyabungan, Runner up olimpiade Sains bidang Astronomi antar SMP se-Kab. Mandailing Natal, Runner up olimpiade olahraga antar SMA se-Kabupaten Mandailing Natal, juara 3 Essay bidang teknologi se-Sumatera Barat, Top 20 Essay terbaik English-Korean Contest se-Indonesia,“ kata Rani anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Zulhedi dan Welna Ruslan ini.

Ia sangat suka tantangan sehingga selalu mencoba untuk berkarya. Baik akademik maupun non akademik.

Rani sambil menyelam minum air. Pasalnya, selain kuliah, ia juga kerja sampingan sebagai penyiar radio di daerah Sumatera barat dan sudah menyinggahi beberapa stasiun radio. Mulai sebagai penyiarnya sampai pengisi suara di dapur rekaman. Meskipun jurusan teknik hal ini tidak membuatnya kaku dalam untuk berkomunikasi dengan efektif justru terus menyeimbangkan antara kewajiban kuliah dan hobi.

Sosok perempuan yang ceria ini menyukai musik K-POP dan menonton sepak bola baik domestik maupun mancanegara ini menjadi pribadi yang menyenangkan membuatnya mudah dikenal orang lain dan akrab.

“Saya dulu pernah training jadi penyiar radio/MC/Reporter selama 2 bulan pada tahun 2014. Pengalaman tersebut membuat wawasan semakin bertambah dan berbagi satu sama lain untuk mengisi keunggulan dan kelemahan.

Melewati semua ini pastinya bersyukur akhirnya usaha yang udah dilakukan bisa tercapai apalagi untuk berada di pencapaian ini usahanya gak mudah, bnyak rintangan, dan halangan yang harus dihadapi,” sambungnya.

“Lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan dan apa yang kamu suka walaupun orang lain mengatakan itu hal yang tidak berguna. Ingatlah bahwa banyak orang yang gagal hanya karna mereka memikirkan perkataan orang lain bukan perkataan hatinya sendiri,” pesannya.

Pada Bulan mei lalu, Rani berbincang-bincang di radio seputar marketing online shop. Tampaknya Rani juga menyukai dunia bisnis selain dari rutinitasnya sehari-hari. Selama berbagi dengan para pendengar ia menyajikan banyak hal dan pendengar merasa nikmat atas apa yang disampaikan.

“Yang pastinya rasa syukur kepada Allah SWT yang udah memberikan kesempatan untuk merasakan bahagianya ketika usaha yang dilakukan tercapai, dan terimakasih buat kedua orang tua yang selalu menyebut nama ini dalam setiap bait doa-doa tulusnya, dan dukungannya. nggak lupa juga terima kasih buat saudara kandung tersayang, Yudha Zuwe dan Wuri Aketri Zuwe, sahabat, dan semua pihak yang turut memotivasi serta memberikan perhatian penting untuk keberlangsungan cita-cita ini,” pungkas Rani yang tinggal di Jalan Merdeka Nomor 52, Kelurahan Kayu jati, Panyabungan. (bsl)

Bagikan: