Menu

Pemandian Aek Sijorni Masih Jadi Primadona di Tabagsel

  • Linkedin
Samman Siahaan
Pengunjung asyik memanfaatkan jasa pemotretan yang ada di Objek Wisata Aek Sijornih, Desa Aek Libung, Kecamatan Sayurmatinggi.

MetroTabagsel.com, TAPSEL – Tidak sedikit masyarakat yang menikmati libur Tahun Baru ini dengan berwisata ke sejumlah tempat di luar daerah sesuai dengan keinginannya. Namun, objek wisata pemandian Aek Sijornih di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) masih menjadi alternatif pilihan bagi keluarga.

Aek Sijorni yang merupakan salah satu primadona objek wisata di Tapsel yang menyuguhkan pemadian dan taman air yang sumber airnya langsung dari pegunungan. Namun tantangannya, untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung harus berjalan kaki menanjak sejauh kurang lebih 200 meter dari jalan raya sebagai tempat pemberhentian kendaraan.

Selain itu, yang menjadi kekurangan dan kerap dikeluhkan pengunjung adalah banyaknya pungutan dari pemilik tanah setiap kali melintasi bagan tanah yang dimiliki masing-masing pemilik yang mrrupakan warga setempat itu.

Jika dijumlahkan, keseluruhannya pengunjung harus mengeluarkan paling sedikit Rp10 ribu per orang untuk dapat menikmati pemandian di Aek Sijornih ini.

Dimulai dengan jembatan gantung sebagai penyeberangan melintasi sungai Bantang Angkola yang memisahkan Jalan Lintas Sumatera dengan Lokasi Wisata itu.

Disini pengunjung harus mengeluarkan Rp3-5 ribu per orang. Kemudian jika ingin masuk ke water park, pengunjung wajib membeli tiket sebesar Rp15 ribu.

Namun bila memilih lokasi lain atau mengarah ke pemandian lainnya, pengunjung harus mengeluarkan Rp2 ribu kepada pemilik tanah yanh dilintasi, 2 sampai 3 pemilik mewajibkan itu.

“Maunya sekali bayar saja semua, biar gak repot-repot kali,” ungkap Thoib (28), Senin (1/1).

Thoib sebenarnya sudah beberapa kali mengunjungi objek wisata ini. Namun katanya, dibanding dengan tempat pilihan lain yang ada, Aek Sijonih cukup pantas dalam berwisata mengisi hari libur bersama keluarga.

Seorang pemilik tanah yang mencakup tempat pemandian, E Pulungan menuturkan, pengunjung hanya dikutip sebesar Rp2 ribu.

Sebab, lokasi itu memang merupakan hak untuk memanfaatkan dana. Itu juga tak ubahnya dengan water park/taman bermain air yang masih dalam lingkungan Aek Sijornih tersebut.

“Kalau disitu kalian dipungut karcis Rp15 ribu,” kata Ibu Rumah Tangga itu.

Untuk pemghasilan, ia tidak merincikan. Namun katanya, jika kondisinya sedang dalam libur hari hari besar seperti ini, pengunjung akan membludak hingga 10 kali lipat. (san)

  • Linkedin
Loading...