Menu

Sebulan, 6 Kali Naik Harga: Daging Ayam Rp40.500

  • Linkedin
Samman Siahaan
Konsumen memilah butir-butir telur ayam saat membeli di kios pengecer UD Berkah, Senin (23/7) di Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Psp.

SIDIMPUAN – Sejak kurang lebih sebulan lalu atau tepatnya 26 Juni, harga daging ayam di Kota Padangsidimpuan sudah mengalami kenaikan sebanyak 6 kali hingga mencapai harga Rp40.500 per kilogram. Sementara harga telur ayam masih di kisaran Rp42 ribu per papan pada Senin (23/7).

Pada dasarnya, penyebab kenaikan harga itu lebih dipengaruhi stok komoditas jenis sembako ini yang bekurang. Kenaikan harga juga menyebabkan permintaan dari konsumen dan pelanggan turut menurun.

Menurut Berkah, pedagang telur di sekitaran Pasar Sangkumpal Bonang. Untuk telur, pada dasarnya sudah mulai turun. Sebab sebelumnya harga mencapai Rp45 ribu per papan. Tapi penurunan itu terbilang sedikit jika dibanding harga sebelumnya pada bulan lalu yang masih di angka Rp37 ribu per papan.

“Yang ukuran besar itu dijual Rp44 ribu, kalau sebelumnya Rp47 ribu. Untuk yang kecil Rp42 ribu dari sebelumnya Rp45 ribu. Tapi memang permintaanya turun, makanya harga juga turun,” terangnya sembari melayani pembeli yang hilir mudik di sekitar kiosnya.

Namun ia mengaku tidak bisa memprediksi harga bakal naik atau semakin turun. Sebab, stok barang dikendalikan dari tingkat pemasok dari Kota Medan atau Sumatera Barat.

Demikian juga dengan daging ayam. Pedagang Ayam di pasar yang sama, M Husni menjelaskan, sejak 26 Juni harga sudah mengalami kenaikan sebanyak 6 Kali. Yakni pada 26 Juni, 6 Juli , 9, 11, 16 dan hari kemarin, Senin 23 Juli.

“Kalau kita sih menuruti kemitaraan. Saya kemitraan jafpa. Hari ini saya baru dapat kabarnya naik sebesar Rp500 per kilogram,” ungkapnya melihat pesan singkat di layar Handphone miliknya.

Kendati demikian, kata Husni, sudah barang tentu bila harga naik, permintaan bakalan ikut menurun. Jika dihitung, katanya, pada saat harga normal, mereka masih dapat menjual sebanyak 30 rak atau peti ayam dalam sehari.

“Kalau ini, baru 28. Dan ini masih ada yang tersisa, kemungkinan habis 25 peti ini sehari,” katanya menghitung persentase penurunan permintaan akibat kenaikan harga itu. Pada umumnya mereka berharap harga tetap normal dan penjualan yang maksimal.

Sementara pembeli umumnya mengeluh namun tidak dapat menolak. Hanya saja, solusi yang mereka lakukan yakni pengurangan jumlah pembelian.

“Jumlah kiloannya saja yang dikurangi, kan kalau di rumah cukup saja dipotong jadi ukuran kecil-kecil, tapi gak tahu kalau yang rumah makan,” kata Rosna, ibu rumah tangga yang membeli daging ayam biasa 2 kali dalam seminggu. (san)

  • Linkedin
Loading...