Tali Pancing Nyangkut, Nelayan Tikam Teman

Share this:
Tersangka usai menjalani pemeriksaan di Polres Sibolga.

METROTABAGSEL.COM, SIBOLGA – Hanya gara-gara tali pancing sangkut, seorang nelayan tega menikam teman seprofesinya. Korban diketahui bernama Lajuan Simanungkalit (41) warga Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, nyaris tewas akibat kehabisan darah. Itu karena kejadian berada di atas Kapal Motor (KM) Jasa Nelayan Sibolga yang sedang mencari ikan dan keduanya merupakan Anak Buah Kapal (ABK). Beruntung, Lajuan dapat diselamatkan dengan menumpangkannya ke kapal lain yang hendak pulang ke Banda Aceh.

Setelah beberapa hari mendapat perawatan di Banda Aceh, korban akhirnya pulang ke rumahnya di Pandan, Tapteng. Oleh keluarganya, korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Tak hanya itu, kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku yang diketahui berinsial RHP (19) warga Kelurahan Kalangan Gang Kenanga, Tapteng, tersebut pun dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangannya yang disampaikan oleh Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin membenarkan adanya laporan yang mereka terima terkait kejadian tersebut. Diterangkannya, menurut laporan korban, kejadian saat kapal berada di tengah laut. Saat itu, kapal sedang tidak berkegiatan.

Seperti biasa, para ABK pun mengambil kesibukan masing-masing dengan memancing ikan untuk dibawa pulang ke rumah.

“Kejadian, Kamis (11/7) sekira pukul 21.30 WIB di atas KM. Jasa Nelayan Sibolga. Penyebab penganiayaan terjadi, karena alat pancing pelaku sangkut dipancing korban ketika sama-sama memancing di kapal, saat kegiatan menangkap ikan tidak ada,” terang Sormin, Jumat (9/8).

Kesal pancingnya sangkut pada pancing korban, pelaku kemudian mengambil pisau dapur dan dengan emosinya, dia menikamkan pisau tersebut dengan berulang kali pada tubuh korban.

“Penganiayaan dilakukan dengan cara menikamkan pisau dapur terhadap tubuh Lajuan Simanungkalit yang mengakibatkan luka-luka serta mengeluarkan darah. Bahagian tubuh yang ditikam adalah, pada bahagian belakang tubuh serta tangan dan dilakukan lebih dari 1 kali,” ungkapnya.

Nahkoda kapal sempat memberikan pertolongan pada korban, namun karena kondisi luka tusuk yang dialami cukup parah, korban kemudian dievakuasi ke kapal lain, yang saat itu hendak pulang ke Banda Aceh. Hingga akhirnya, korban tiba di Sibolga dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

“Setelah terjadi penganiayaan, nakhoda kapal melakukan perobatan ala kadarnya yang ada di kapal. Kemudian, korban dibawa berobat dengan menumpang kapal lain ke Banda Aceh. Hari Selasa (16/7) sekira pukul 08.00 WIB, korban tiba di rumahnya di Pandan. Keesok harinya keluarga membawanya berobat ke rumah sakit, hingga diopname selama 5 hari. Barulah, kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Sibolga melalui SatPol Airud,” pungkasnya.

Setelah menerima laporan, Kasat Polair Polres Sibolga AKP M Sihombing SH memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan serta mengumpulkan bukti-bukti. “Kamis (1/8) sekira pukul 09.00 WIB, pelaku diamankan dari sebuah kapal yang melintas di sekitar Pulau Poncan. Kemudian, pelaku dibawa ke Sat Polair Polres Sibolga untuk menjalani pemeriksaan,” terang Sormin.

Dari pengakuan pria yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka tersebut diketahui kalau sebelumnya tidak ada perselisihan yang terjadi di antara mereka. Akibat perbuatannya, tersangka kini ditahan di RTP Mapolres Sibolga. Ayah satu anak tersebut dikenakan pasal 351 ayat 1 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.(ts)

Share this: