Senangnya Parida Manurung, Jokowi Bakal Bantu Pengobatan Anaknya

Share this:
Parida Manurung saat menggendong anaknya usai bertemu Presiden Joko Widodo.

SAMOSIR – METROTABAGSEL.COM, Ada yang tak biasa di sela-sela kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana, Rabu (31/7) sekira pukul 08.30 WIB. Saat itu presiden bersama ibu negara didampingi Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau objek wisata batu persidangan di Huta Siallagan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Di sana, Jokowi yang hendak pergi menuju ke Pantai Pasir Parbaba dan Ke Onan Baru, Pangururan dihampiri seorang wanita yang menggendong anak. Peristiwa itu terjadi sesaat sebelum presiden menaiki mobil dinas plat merah bertuliskan Indonesia.

Adalah Parida Manurung (34) warga Tomok, wanita yang awalnya menghampiri Jokowi untuk berselfi tersebut. Namun setelah berbicara dengan Jokowi, Parida Manurung langsung menangis haru karena Jokowi mengaku prihatin engan kondisi anaknya. Bahkan saat itu Jokowi mengaku akan membantu kesehatan anaknya bernama Owen Henderson Sidabutar (7) yang sudah 5 mengalami lumpuh tapi tak pernah dapat bantuan apa pun.

“Terimakasih Pak Jokowi, anakku dibantu. Nomor hapeku tadi diminta, lalu dikasih sama Menteri Kesehatan. Kata pak Jokowi, akan dibantu kesehatan anakku. Sebelumnya anakku bisa berjalan dan berbicara pada usia 2 tahun. Namun karena jatuh dari ayunan, dia lumpuh. Dan sejak 5 tahun yang lalu kami nggak pernah dapat bantuan apa pun,” ungkapnya.

Parida Manurung merasa sangat senang karena Presiden RI Ke-7 itu sangat menperhatikan warga yang membutuhkan pertolongan.

“Saya sangat senang bisa dibantu oleh bapak Presiden. Apalagi selama ini kami nggak pernah dapat bantuan, BPJS kesehatan pun tidak pernah.”

Sebelumnya Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dan rombongan meninjau objek wisata batu persidangan di Huta Siallagan, Kecamatan Simanindo.

Kedatangan Presiden disambut Ketua Pemandu Pramuwisata Samosir Gading Jansen Siallagan dan masyarakat dari berbagai kecamatan. Di Batu Persidangan Siallagan, Gading Jansen Siallagan menyampikan tentang problem accebility (masalah asebilitas) pembenahan Kampung Siallagan. Artinya, gerbang masuk ke objek wisata bakal dibuat atraksi budaya, bagaimana mengembalikan agar masyarakat tidak trauma lagi.

“Saya ingin bagaimana mengembalikan trauma orang naik kapal atas tenggelamnya KMP Sinar Bangun. Saya akan membuat Patung Sigale-gale 15 Meter di sini bisa menari, bahkan saya merencanakan Sigale-gale bergerak secara otomatis. Dan nanti punya kubah secara otomatis, menari sendiri, tutup lagi setiap satu jam,” ujarnya.
Bahkan sesuai pembicaraan Luhut Panjaitan kepadanya, Gading Jansen sangat setuju rumah beton yang berada di Kampung Siallagan sekitar batu persidangan akan diganti dengan rumah adat.

“Saya setuju apa yang dikatakan Luhut Panjaitan semua rumah dibuat gorga (diukir) dan Luhut tadi bilang rumah beton diganti rugi, diubah menjadi rumah batak dan kita akan membentuk sanggar,” sebutnya.(mag05)

Share this: