Polri Atensi Empat Potensi Kerawanan

Share this:
Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba 2019

POLRES – Mandailing Natal menggelar pasukan Operasi Ketupat Toba tahun 2019 dalam rangka kesiapan pengamanan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Upacara berlangsung pada Selasa pagi (28/5) di lapangan Willem Iskandar Markas Polres Madina. Wakil Kapolres Madina Komisaris Polisi Tongku Bosar Pane bertindak sebagai pimpinan upacara, Iptu Irwan SH sebagai komandan apel, dan Kepala satlantas AKP Herliandri SH sebagai perwira apel.

Apel gelar pasukan ketupat toba ini mengambil thema; Melalui Apel Pasukan Operasi Ketupat Toba 2019 Polres Mandailing Natal, Kita Tingkatkan Sinergi Polri dgn Instansi terkait dalam rangka memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Perayaan Idul Fitri 1440 H.

Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba 2019 yang diikuti oleh berbagai Instansi terkait TNI, Polri, Dinas perhubungan, dan Satpol PP.

Waka Polres Madina didampingi Sekdakab Madina melakukan pemeriksaan pasukan, Pabung Kodim 0212/TS dilanjutkan dengan pemasangan pita sebagai tanda operasi dimulai.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kompol TB Pane, terdapat 4 potensi kerawanan dan gangguan Kamtibmas yang saat ini jadi atensi Polri, seperti : Pertama, Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Kedua, Kemananan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas arus mudik dan arus balik terutama titik rawan macet, rawan kecelakaan.

Ketiga, Antisipasi Potensi Bencana Alam dan GKTM lainnya seperti C3, Copet, Pencurian rumah kosong, begal dan hipnotis. Dan keempat, ancaman tindak pidana terorisme.

Waka Polres Madina menyebut, pelaksanaan apel gelar pasukan bertujuan untuk mengecek kesiapan akhir dlm pelaksanaan operasi, baik personel, sarana prasarana pendukung, anggaran serta keterlibatan unsur terkait dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Pimpinan apel itu menyampaikan apel gelar pasukan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Operasi Ketupat Toba 2019 Polres Madina. Polri bersama unsur terkait untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran 2019 yang diperkirakan mobilitasnya akan meningkat, serta untuk mencegah dan mengantisifasi terjadinya gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas yang akan meningkat menjelang, pada Saat, dan setelah Perayaan Lebaran Idul Fitri 2019.

Sementara, Kepala satuan lalu lintas AKP Herliandri SH mengatakan Operasi ketupat toba ini akan berlangsung selama 13 hari. “Operasi Ketupat Toba 2019 ini berlangsung selama 13 hari, dimulai sejak tanggal 29 Mei 2019 s/d Tanggal 10 Juni 2019,” ucapnya.

Turut Hadir dalam Apel Operasi Ketupat Toba 2018 yaitu Bupati Madina diwakili oleh Sekdakab, Ketua Pengadilan Negeri Madina, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Panyabungan, Kalapas Kls II B Panyabungan, Kadis perhubungan, Kasatpol PP, Kasubdenpom Panyabungan, Danramil 13 Panyabungan, Danramil 12 Siabu, Danramil 14 Kotanopan, Balai Besar Jalan PPK 2.3 Medan Rayon Madina, Ketua Organda Madina dan sebagainya. (wan)

Share this: