Polairud Tangkap Kapal Pengangkut Kayu llegal

Share this:
Kedua tersangka berikut barang bukti kayu di atas kapal.

SIBOLGA – METROTABAGSEL.COM, Satpol Airud Polres Sibolga menangkap sebuah kapal stempel yang mengangkut tumpukan kayu berbentuk balok tim dan papan, Rabu (31/8) sekira pukul 23.00 WIB. Dari atas kapal, petugas mengamankan dua pria yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut keterangan Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja didampingi Kasatpol Airud AKP M Sihombing dan Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, kapal tersebut ditangkap sekitar 100 meter arah barat Kuala Kilang di Perairan Panakkalan, Kecamatan Tapian Nauli Tapteng. “Ada dua awak kapal yang kita amankan. Yang pertama, YG alias AR (31), pekerjaan Petani, yang merupakan Nahkoda speed boat. Alamat, Desa Panjamuran Kecamatan Tapian Nauli Tapteng. Kemudian, DH (31), warga Desa Pergadungan, Tapian Nauli, Tapteng,” kata Sormin, Jumat (2/8).
Penangkapan bermula saat petugas Satpol Airud sedang melakukan patroli dan melihat kapal tersebut sedang berlayar di sekitar perairan Panakkalan. Saat dihampiri dan dimintai surat-surat keterangan, kedua awak kapal tidak mampu memperlihatkannya. Sehingga, kuat dugaan petugas kalau kayu tersebut dirambah secara ilegal. “Saat anggota Satpolairud Polres Sibolga melaksanakan Patroli di laut. Petugas kita melihat ada dua laki-laki yang sedang berlayar dan membawa kayu dengan menggunakan perahu stempel bermesin Yamaha. Kedua tersangka tersebut tidak dapat memperlihatkan dokumen asal usul kayu yang diangkutnya. Selanjutnya, keduanya di bawa ke kantor Satpolair untuk dilakukan proses hukum,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, jumlah kayu yang disita berupa balok tim sebanyak 14 batang dan 5 lembar papan tebal. “Kemudian, speed boat juga kita jadikan barang bukti,” pungkasnya.

Selain menyita barang bukti, pihak Kepolisian juga masih terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Setelah bukti-bukti lengkap, kasus tersebut akan segera diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk disidangkan.

Kini kedua tersangka masih dalam proses pemeriksaan oleh unit tim reskrim Satpol Airud. Keduanya akan dikenakan pasal 50 ayat 3 huruf F dan pasal 78 ayat 5 dari undang-undang RI nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.(ts)

Share this: