Pernikahan Batal Mempelai Pria Masuk Hotel Prodeo

Share this:
Tersangka, usai menjalani pemeriksaan.

Berawal dari Uang Mahar yang Tak Dibayar

GARA-gara orang tua mempelai pria ingkar janji membayar mahar yang sudah disepakati, ‘sawah’ yang sudah terlanjur digarap pun dituntut. Alhasil, mempelai pria harus mempertanggung jawabkannya dengan mendekam di balik jeruji besi. Setelah orangtua mempelai wanita melaporkan mempelai pria ke pihak yang berwajib.
Mempelai pria itu berinisial AZ (20), warga Desa Gunung Payung Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapteng. Sementara mempelai wanita sebut saja Melati (15), masih dikategorikan anak di bawah umur, warga Kelurahan Huta Tonga-tonga, Kecamatan Sibolga Utara.

Dari hasil pemeriksaan polisi, kejadian bermula saat Melati mendatangi kos AZ di daerah Tukka sekitar Februari lalu. Saat itu, Melati mengaku sedang berselisih dengan orangtuanya dan tidak ingin pulang. Setelah mendengar keluhan kekasihnya tersebut, AZ pun membawa Melati ke rumah orangtuanya. “Kejadiannya, Senin (4/2), tersangka membawa Melati ke rumah orangtuanya. Tiba di rumah, orangtuanya malah marah kepada tersangka (AZ). Kemudian, tersangka menerangkan bahwa ibu Melati satu marga dengan ibu tersangka, sehingga Melati diijinkan tinggal,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Selasa (11/6).

Keesokan harinya lanjut Sormin, AZ membawa Melati ke rumah keluarganya di Pinangsori. Beberapa hari kemudian, Melati menghubungi AZ melalui telepon genggamnya, meminta agar AZ menjemputnya dan membawanya kembali ke rumah orangtuanya. “Sabtu (9/2) sekira pukul 8.00 WIB, Melati dijemput dan dibawa kembali ke rumah orangtua tersangka,” ungkapnya.

Melihat kedatangan Melati, lag-lagi orangtua tersangka marah. Saat itu, orangtua tersangka mencoba meminta nomor telepon orangtua Melati yang dapat dihubungi. Karena HP Melati rusak, tersangka dan Melati kemudian pergi ke Pinangsori menemui teman Melati, untuk meminta nomor HP orangtuanya,” terang Sormin.

Di tengah jalan, pasangan kekasih tersebut ketemu dengan paman tersangka, yang kemudian mengajak keduanya ke rumahnya. “Kebetulan, rumah teman Melati dekat dengan rumah paman tersangka ini. Sorenya, mereka baru pulang ke rumah orangtua tersangka,” katanya.

Tak sampai di situ, keesokan harinya, Minggu (10/2) sekira pukul 9.00 WIB, orangtua tersangka bersama dengan orangtua Melati dan temannya mengadakan pertemuan di rumah Paman tersangka. Dalam pertemuan tersebut, orangtua Melati membuat pilihan kepada pihak keluarga AZ, menikahi Melati atau dilaporkan ke polisi. Saat itu, tersangka mengaku belum sanggup untuk menikahi Melati. “Namun, orangtua Melati bersikeras agar anaknya dinikahi. Karena tersangka tidak sanggup, orangtua Melati akhirnya menitipkan Melati di rumah paman tersangka,” terang Sormin.

Share this: