Peringatan Hari Anak Nasional di Tapsel, ‘Anakkon Hi Do Hamoraon Diau’

Share this:
Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu SH bersama perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tapsel, Sekda Tapsel saat peringatan HAN di Tapsel. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

METROTABAGSEL.COM, TAPSEL- Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu memberikan harapan besar terhadap anak-anak bangsa khususnya di Kabupaten Tapsel. Karena mereka merupakan pemilik masa depan, untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang dilakukan.

Menurut Syahrul, perhatian pada anak harus optimal, agar tumbuh kembang dengan baik, menjadi generasi yang berkarakter dan handal.

“Bagi kita orang Batak, ada istilah ‘Anakkon hi do hamoraon diau (Anak adalah harta paling berharga). Karena itu, setiap orangtua akan selalu berupaya membina dan menjadikan anaknya agar sukses di masa mendatang. Begitu juga dengan pemerintah. Kita yakin, anak adalah pemiliki masa depan yang akan melanjutkan estapet sumua aspek kehidupan. Untuk itu, harus dipersiapkan menjadi generasi yang berkarakter dan handal,” kata Syahrul usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-37 tahun 2019 di Alun-Alun Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kamis (8/8).

Dikatakan, setiap anak harus mendapat kesempatan yang seluas – luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Baik fisik, mental maupun sosial. Dan tak kalah pentingnya, anak juga harus memperoleh perlindungan serta terpenuhi hak – haknya.

“Kualitas anak dan genarasi muda sangat menentukan tingkat kemajuan daerah, bangsa dan negara,” ujarnya.
Sesuai dengan tema yang diangkat dalam Hari Anak Nasional kali ini, ‘Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak’, semoga dimasa mendatang Kabupaten Tapsel akan dikelola oleh insan – insan yang berintegritas, kompeten dan berbudaya.
Menurutnya, pentingnya posisi anak sebagai elemen dari masyarakat, terlihat bagaimana Indonesia selalu memperjuangkan hak dari anak – anak bangsa, mulai dari tahun 1984 tepatnya tanggal 23 Juli yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional (HAN).

“Pelaksanaan kebijakan kabupaten layak sudah dijabarkan ke dalam lima poin. Di antaranya, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus,” pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia Sekretaris Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hubban Hasibuan menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman bahwa anak merupakan generasi penerus cita – cita perjuangan bangsa, yang harus dipersiapkan.

“Anak juga mendorong pemerintah, dunia usaha, lembaga pemasyarakatan, dunia pendidikan dan media massa menjadi leading sector untuk melakukan kerja aktif, yang berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak,” ungkapnya.
Dijelaskan, peserta kegiatan terdiri dari forum anak kabupaten, forum anak kecamatan, forum anak desa, anak – anak disabilitas, anak – anak panti asuhan, anak – anak PAUD,SD,SMP dan SMA yang berjumlah 500 orang.
“Hal yang paling utama ialah untuk mendorong terwujudnya Kabupaten Tapanuli Selatan layak anak menuju Indonesia Layak Anak 2030,” pungkasnya.

Turut hadir Sekda Tapsel Parulian Nasution, Perwakilan Kajari, Ketua TP PKK Tapsel Ny Syaufia Lina Syahrul, Ketua Dharma Wanita Persatuan Tapsel, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Camat se-Tapsel, Pimpinan Bank Sumut dan perwakilan PT NSHE Dede Wafiza Ashia serta undangan lainnya. (ran)

Share this: