Mini Bus Terjung ke Sungai 1 Meninggal, 2 Hilang

Share this:
Lokasi Mini Bus Terjung ke Sungai

KECELAKAAN lalu lintas kembali terjadi di jalan lintas pantai barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tepatnya di Km 76-77 Kelurahan Simpang Gambir Kecamatan Linggabayu pada Selasa pagi (25/6) sekitar pukul 05.30 Wib.

Satu unit mobil mini bus jenis suzuki AVP yang belum diketahui nomor polisi dan identitas pemiliknya datang dari arah Panyabungan menuju Sumatera Barat, membawa penumpang sebanyak 7 orang, terjun ke sungai.

Akibatnya, satu orang penumpang meninggal dunia yaitu Syamsul Bahri (55) penduduk Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.

Sementara, korban lainnya yang mengalami luka-luka. Mereka kini dirawat di Puskesmas Simpang Gambir yaitu Yusrizal (54), Tukirin (56), Salwan (51), Diki Handoko (33), dan Husein (40). Korban meninggal dan yang luka-luka merupakan penduduk Kelurahan Tualang Kecamatan Parbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.
Selain mereka, masih ada korban yang masih dalam pencarian karena diduga hanyut diseret arus sungai Batang Natal. Termasuk supir yang belum diketahui identitasnya. Dua penumpang yang belum ditemukan itu yakni Sarjun (50) dan Rini (50).

Informasi dihimpun Metro Tabagsel, mobil mini bus tersebut melintas ke arah Sumatera Barat, setibanya di Kelurahan Simpang Gambir, mobil tersebut oleng lalu terjun langsung ke sungai Batang Natal tepatnya di depan kantor BRI Simpang Gambir.

“Satu orang korban yang ditemukan sudah meninggal dunia, dan lima orang mengalami luka-luka saat ini dirawat di Puskesmas Simpang Gambir. Sementara dua orang lagi masih dalam pencarian, termasuk supir yang belum diketahui identitasnya,” sebut Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kepala Satlantas AKP Herliandri SH.
Herliandri menyebut, pihaknya saat ini masih di lokasi guna mencari korban yang belum ditemukan, Polisi dibantu warga setempat.

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu mengatakan, semua korban datang dari kampung halamannya di Serdang Bedagai menuju lokasi perkebunan PTPN 4 di Kecamatan Sinunukan karena ada pekerjaan di sana.
“Masih dalam pencarian, korban hendak ke PTPN 4, mereka ada pekerjaan di sana,” pungkasnya. (wan)

Share this: