Lagi-lagi, Korban Meninggal Karena Rabies

Share this:
Suasana rumah duka saat acara pengebumian, Rabu (19/6).

SETELAH tiga bulan digigit anjing yang diduga terinfeksi rabies, Sarmati Purba (42) menghembuskan nafas terakhir, Senin (17/6).

Sejumlah pelayat di rumah duka Nagori Nauli Baru, Kecamatan Panei, pada saat acara pengebumian Rabu (19/6), terlihat menangis. Mereka sangat kehilangan Sarmati Purba yang aktif membantu kegiatan di Posyandu.
Darken Hutabarat selaku suami Sarmati sangat bersedih dan ke dua anaknya selalu menangis. Anak Sarmati yang paling besar masih Kelas 2 SMP.

Menurut keterangan warga, Sarmati meninggal akibat gigitan anjing sekitar tiga bulan lalu saat berada di ladang. Ketika itu Sarmati hendak mau makan siang, tapi di sekitar nasinya ada anjing dan langsung menggigit tangannya. Karena luka, Sarmati langsung dibawa berobat bisa (berobat tradisional) dan suntik ATS.

Salah seorang warga yang mengaku Boru Purba mengatakan, kalau anjing yang menggigit Sarmati belum tau milik siapa. Berselang dua hari menggigit Sarmati, anjing itu kembali muncul dan hendak menggigit warga di ladang, namun sebelum digigit, warga tersebut berhasil memukulnya pakai kayu hingga akhirnya anjing tersebut mati.

“Setelah kejadian itu, memang dia (Sarmati) tampak sehat dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Boru Purba selaku teman arisan Sarmati juga menambahkan, seminggu sebelum meninggal, pas waktu menjemur padi, Sarmati sudah mengeluh masalah tangannya yang kebas, tetapi tidak kepikiran kalau itu efek dari gigitan anjing tersebut.

Mulai Takut Melihat Air

Selanjutnya sekitar seminggu lalu, Sarmati mulai takut melihat air kemudian tingkahnya semakin aneh. Lalu pihak keluarga langsung membawa ke bidan. Kemudian bidan menyarankan agar di bawa ke rumah sakit.

Setelah dibawa ke rumah sakit di Siantar, Sarmati kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Di rumah sakit tersebut, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa Sarmati tidak tertolong lagi hingga pada Senin (17/6) kemarin Sarmati meninggal dunia.

Terpisah, Pangulu Nagori Nauli Baru Rihat Damanik mengatakan kalau salah satu warganya meninggal, diuga karena virus rabies dan pihak pemerintah nagori sudah memberitahukan ke pihak kecamatan mengenai perihal kejadian ini. Korban sebelumnya mengaku digigit anjing.

“Kita sudah melapor ke pihak kecamatan dan bidan dari kecamatan datang ke rumah duka agar memeriksa pihak keluarga yang terinfeksi. Petugas Dinas Kesehatan sudah memeriksa kedua anak korban dan sudah di suntik begitu juga dengan Derken Hutabaran, suami korban,” ujarnya.

Rihat menyebutkan, sudah mengirimkan laporan permohonan ke pihak kecamatan agar menyampaikan ke Dinas Peternakan mengenai kejadian tersebut, dengan tujuan agar dilakukan vaksin terhadap anjing peliharaan warga.

Pangulu juga menambahkan bahwa pihaknya pernah melakukan rapat antar pangulu agar diusulkan Dana Desa sebagian dipakai sedikit untuk membeli vaksin dan menyimpannya di Puskesmas. “Karena yang kita ketahui kalau harga vaksin ini lumayan mahal, agar kalau ada kejadian seperti ini bisa langsung cepat ditangani” tegasnya.

“Kita tinggal tunggu keputusan dari Dinas Peternakan kapan diadakan vaksinasi tersebut. Kita berharap secepatnya dilaksanakan, agar tidak ada lagi korban berikutnya. Untuk di nagori kita ini ada sekitar 50 ekor anjing. Untuk saat ini semua anjing peliharaan kita minta ke masyarakat agar di kurung sementara waktu menunggu ada vaksinasi,” tegas pangulu. (mag04/pra)

Share this: